Berita

dahnil anzar simanjuntak

Iklan Pemerintah Justru Menunjukkan Kenaikan Harga BBM Politis

RABU, 12 JUNI 2013 | 14:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak sejak awal sudah menyampaikan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak terelakkan dengan alasan rasional pengendalian konsumsi dan menjaga ekonomi masa depan.

Tetapi Dahnil menolak argumentasi kenaikan harga BBM yang disebarkan pemerintah melalui iklan-iklan media massa dan elektronik yang mengatasnamakan kemampuan menggeser dana subsidi BBM untuk kebutuhan yang lebih primer seperti rumah rakyat miskin dan hak-hak rakyat miskin lainnya.

Menurutnya, alasan pemerintah di berbagai iklan tersebut lebay.


"Seolah selama ini APBN Indonesia sudah dikelola alokasinya pro rakyat miskin, dan bebas korupsi. Justru iklan-iklan seperti itu menunjukkan alasan kenaikan BBM menjadi sangat politis bukan karena alasan ekonomi yang memang harusnya menjadi argumentasi fundamental terutama argumentasi pengendalian konsumsi BBM bagi masa depan energi Indonesia," ujar Dahnil (Rabu, 12/6).

Dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten, ini menjelaskan, iklan-iklan tersebut justru tidak membantu memberikan pemahaman pentingnya pengendalian subsidi BBM dan energi, bagi ekonomi masa depan. Tetapi, justru sekedar menjadi propoganda politik yang absurd. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya