RMOL. Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi menyampaikan keinginanya mencalonkan diri menjadi presiden Myanmar. Suu Kyi menyampaikan hal itu saat berpidato dalam forum ekonomi internasional yang digelar di ibukota Myanmar, Naypyidaw, Kamis (6/5).
"Saya ingin mencalonkan diri menjadi presiden dan saya tidak menutup-nutupinya. Jika saya berpura-pura bahwa saya tidak ingin menjadi presiden, itu adalah sebuah kebohongan. Saya lebih suka jujur," katanya seperti dikutip dari kantor berita CNN.
Suu Kyi sejak lama bertekad menjadikan negaranya bebas dari pengekangan demokrasi yang dilakukan rezim junta militer Myanmar. Namun menurut dia, dua tahun Presiden Thein Sein berkuasa, sebagian besar rakyat Myanmar tidak merasakan manfaat dari reformasi.
"Jika Anda berbicara dengan orang di jalan, jika Anda berbicara dengan orang di desa-desa, sebagian besar dari mereka akan mengatakan bahwa kehidupan mereka tidak berubah sejak tahun 2010," ujarnya.
Suu Kyi menyadari langkahnya menuju orang nomor satu di Myanmar pada pemilu 2015 tidak mudah. Konstitusi Myanmar mengatur seseorang yang memiliki pasangan atau anak yang berstatus warga negara asing tidak diperkenankan memimpin negara. Mendiang suami Suu Kyi, Michael Aris, adalah warga negara Inggris. Sementara dua putranya kini berstatus warga negara Inggris.
Untuk itu, Suu Kyi yang menghabiskan 15 tahun hidupnya sebagai tahanan rumah saat Myanmar dikuasai penuh junta militer, menyerukan adanya amandemen konstitusi. Karenanya dia menegaskan akan berusaha untuk melakukannya.
"Jadi, bukannya optimis atau berharap bahwa konstitusi akan diubah, tapi kita akan bekerja untuk konstitusi harus diubah," demikian pemenang Nobel Perdamaian itu.
[dem]