Berita

romy/ist

Inilah Hasil Rapat Setgab Soal BBM di Kediaman Wapres

SELASA, 04 JUNI 2013 | 23:28 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sekretariat Gabungan (Setgab) Partai pendukung Pemerintah menggelar rapat di kediaman Wakil Presiden Boediono, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/6) malam.

Sekjen DPP PPP M. Romahurmuzy menjelaskan rapat yang diihadiri seluruh ketua umum dan pimpinan fraksi partai koalisi minus PKS menyepakati kompensasi kenaikan BBM. Kenaikan BBM pada APBNP 2013, meskipun sepenuhnya domain pemerintah, mendapatkan dukungan penuh dari parpol koalisi anggota setgab.

"Kenaikan harga BBM dinilai sebagai langkah terakhir penyehatan APBN mengingat prognosis terlampauinya defisit fiskal 3% sesuai ketentuan UU 17/2003 tentang Keuangan Negara. Kenaikan ini juga merasionalisir harga BBM nasional yang dinilai terlalu murah. Namun dalam rangka meredam dampak kenaikan BBM, perlu disepakati bantalan berupa kompensasi," ," terang Romy, demikian Romahurmuzy disapa.


Romy mengatakan rapat setgab yang dipimpin Wapres Boediono menyepakati empat program kompensasi kenaikan yang diajukan pemerintah pada RAPBN-P 2013, yakni meliputi BLSM, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Siswa Miskin (BSM), dan Raskin.

"Besarannya khusus untuk BLSM antara 4-5 bulan, sedangkan besaran program lain diserahkan kepada pembahasan yang berkembang di rapat-rapat Komisi, Banggar, dan Pemerintah," terang Romy dalam pesan elektroniknya yang diterima Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu.

Adapun program infrastruktur dasar yang semula dirancang khusus untuk infrastruktur desa, masih kata Romy, diserahkan kepada fraksi-fraksi untuk menyampaikan pandangannya, menyesuaikan kebutuhan sektor-sektor pembangunan yang bersifat produktif dan prioritas.

Rapat antara lain dihadiri oleh seluruh ketua umum parpol koalisi minus PKS, yaitu Aburizal Bakri (Golkar), Hatta Rajasa (PAB), Suryadharma Ali (PPP) dan Muhaimin Iskandar (PKB), Syarif Hasan (PD), Amir Syamsudin (PD), Suharso Monoarfa (PPP) dan Romahurmuziy (PPP). Rapat berakhir pukul 22.15.[dem]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya