Berita

gede aradea (baju putih)

Politik

Rumah Perubahan: Soal Kenaikan Harga BBM, Boediono Ngawur!

SELASA, 04 JUNI 2013 | 21:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) semakin pasti. Terkait rencana itu, Wakil Presiden Boediono mengemukakan sejumlah alasan melalui aku Twitter miliknya, @boediono, Selasa (4/6) sore. Dia menyebut antara lain kebijakan kenaikan BBM merupakan kebijakan yang sangat tidak populis tapi harus diambil untuk mengatasi defisit ganda yang dialami negara.

Aktivis Rumah Perubahan I Gede Aradea Permadi Sandra menilai alasan yang dikemukakan Boediono terlalu ngawur. Kebijakan menaikkan harga BBM bukan untuk kepentingan rakyat, tetapi untuk liberalisasi sektor migas. Kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi menunjukkan lemahnya kreatifitas pemerintahan dalam meningkatkan penerimaan APBN .

Berikut tanggapan lengkap Gede atas Boediono yang disampaikan kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa (4/6) petang:


@boediono: Saya tahu menaikkan harga #BBM bersubsidi pasti mengundang protes. Ini keputusan yg sangat tidak populer.

Gede: Bukan hanya tidak populer, tetapi menunjukan miskinnya kreatifitas dan terobosan Pemerintah SBY-Boediono. Banyak cara untuk meningkatkan penerimaan APBN, antara lain menghapuskan subsidi bunga BLBI (Rp 60 triliun setiap tahun) dan sikat Mafia Migas (Rp 10 triliun).

@boediono: Menaikkan harga #BBM bersubsidi harus dilakukan demi kepentingan yang lebih besar.

Gede: Kepentingan lebih besar itu adalah liberalisasi sektor Migas, pesanan Bank Dunia, sehingga pompa-pompa bensin milik asing bisa untung, dan sektor hilir migas yang sangat menguntungkan dikuasai asing.

@boediono: Akibat subsidi BBM, ekonomi kita memikul beban defisit ganda: defisit neraca perdagangan & defisit anggaran negara.

Gede: Defisit perdagangan terjadi karena import barang konsumsi semakin besar termasuk produk-produk tekstil, otomotive dan lain-lain. Sementara export hanya mengandalkan SDA dan komoditi yang harganya merosot 2 tahun terakhir. Tidak ada kebijakan dan kreatifitas untuk diversifikasi ekspor dan meningkatkan nilai tambah eksport. Sementara impor di liberisasi habis-habisan sehingga rakyat Indonesia makin konsumtif.

@boediono: Jika tidak kita atasi, defisit ganda ini dapat melemahkan ekonomi kita.

Gede: Karena secara struktural, ekonomi Indonesia memang sudah lemah. Selama SBY-Boediino, sektor industri tumbuh kurang dari 6% per tahun. Harusnya bisa double digit.

@boediono: Lagipula, subsidi harga #BBM tidak adil dan salah sasaran.

Gede: Boediono ngomong ngawur, ada 63 juta pengendara sepeda motor yang adalah rakyat menengah bawah, yang tidak memiliki alternatif transportasi lebih baik, karena pemerintah SBY-Boediono tidak memikirkan transportasi publik. Menkeu Chatib Basri juga bekas Komisaris Astra, yang hanya tertarik jualan mobil.

@boediono: Rakyat miskin yg seharusnya layak kita subsidi, justru tidak mendapat manfaat optimal dari subsidi harga #BBM.

Gede: Karena kebijakan ekonomi neoliberal SBY-Boediono sangat pro-asing dan orang kaya. Buktinya ketimpangan meningkat paling tinggi dalam sejarah ekonomi Indonesia.

@boediono: Jika harga #BBM bersubsidi naik, pemerintah menyiapkan program-program kompensasi untuk rakyat miskin agar dampaknya berkurang.

Gede: Program BLSM hanya Balsem, yang kasih obat sementara, tidak menyembuhkan kesulitan ekonomi rakyat. Hanya jadi alat pencitraan partai berkuasa yang  sangat korup. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya