Berita

Bisnis

CTI Tingkatkan Pemberdayaan Ekonomi Perajin Tenun

JUMAT, 31 MEI 2013 | 20:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pelatihan bagi perajin tenun di berbagai daerah yang dilakukan oleh Cita Tenun Indonesia (CTI) bermanfaat untuk peningkatan kualitas produk dan kesejahteraan perajin secara signifikan.

Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal CTI, Intan Fitriana Fauzi ketika menjadi pembicara dalam sebuah talk show di Senayan City, Jumat (31/5).

Senayan City menyelenggarakan acara bertajuk "Fabulous Java", yang bertujuan untuk mempromosikan berbagai produk khas Jawa Barat. Salah satu produk yang diangkat adalah tenun Jawa Barat, dengan pembicara Intan Fitriana Fauzi dan Dhany Dahlan dari CTI.


CTI melalui program pelatihannya, memberikan berbagai jenis pelatihan yang dapat membantu produktivitas para perajin binaan, anatara lain pelatihan motif dan desain, pewarnaan, struktur tenun, sampai dengan pelatihan manajemen dan pemasaran.

"Untuk tenun Garut, CTI mengembangkan motif ragam hias dan kearifan lokal berbetuk geometris dan keindahan alam Jawa Barat seperti bungan dan tumbuhan. Selain itu, CTI juga berusaha mengembalikan teknik Ikat yang merupakan cikal bakal tenun Garut," ujar Koordinator Program Pelatihan Perajin Tenun Garut ini.

Dengan adanya program pelatihan yang diberikan CTI kepada para perajin tenun di Garut, telah membantu meningkatkan pemberdayaan ekonomi perajin. Hasil dari pelatihan tersebut antara lain adalah meningkatkan kualitas produk tenun dan angka penjualan yang semakin hari juga semakin tinggi, sehingga otomatis juga mampu meningkatkan pendapatan para perajin.

"Alhamdulillah, setelah menjadi binaan CTI, pendapatan saya meningkat hingga 90 persen," ungkap Hendar Rogesta, salah satu perajin tenun Garut yang juga sebagai pembicara dalam talk show.

Melihat hasil yang demikian, semakin hari, jumlah perajin juga semakin bertambah dan mengurangi pengangguran. "Di Desa Panawuan, Garut, dalam waktu enam bulan, kini jumlah perajin sudah mencapai 89 orang," tambah Hendar.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya