Berita

indra/ist

Politik

CENTURYGATE

PKS: KPK Lambat!

KAMIS, 30 MEI 2013 | 15:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketidak hadiran pimpinan KPK dalam dua kali rapat tim pengawas (Timwas) kasus bailout Bank Century DPR RI membuktikan lembaga pimpinan Abraham Samad Cs itu lemah.

Demikian disampaikan Ketua DPP PKS Indra kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa waktu lalu (Kamis, 30/5).

"Ini sudah kacau, artinya KPK menghindar," ujarnya.


Menurut Indra, dengan bolosnya Abraham Cs menandakan lembaga anti rasuah itu tidak serius mengungkap kasus Bank Century yang sudah mengendap kurang lebih empat tahun lamanya.

"Saya melihat KPK ada masalah, ini perkembangannya sangat lambat," ungkap anggota Timwas itu.

Kasus korupsi yang merugikan negara hingga 6,7 triliun itu kata Indra, sudah membuat rakyat Indonesia kecewa dan prihatin kepada KPK yang kurang serius, dalam sidang Timwas dua hari lalu (Rabu, 28/5), gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa dan para waria sekalipun mendatangi gedung DPR untuk meminta kasus itu segera dituntaskan.

"Ini kan sudah jelas ada tindak korupsinya, SCF dan BM sudah tersangka, mereka hanya anak tangga, gak mungkin bergerak sendiri," jelas anggota DPR ini.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua tersangka masing-masing Budi Mulya dan Siti Chalimah Fadjriah. BM merupakan Deputi V Bidang Pengawasan Bank Indonesia. Sementara SCF adalah Deputi Bidang IV Pengelolaan Moneter Devisa Bank Indonesia.

Dan beberapa waktu lalu, KPK mengatakan ada kabar gembira atas pemeriksaan tim kecil KPK terhadap bekas Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, di kantor KBRI di Washington DC, Amerika Serikat (AS), dalam pemeriksaan yang sama, tim dari KPK juga menggarap kepala cabang BI di AS, Wimbo Santoso.

Namun, kritik pedas kepada KPK khusus dalam penanganan Centurygate belum juga reda belakangan ini meski sudah memeriksa Sri Mulyani di negeri Paman Sam itu. Sebabnya, KPK belum berani menyentuh Boediono yang bertanggungjawab atas skandal Century.

Boediono dianggap bertanggung jawab karena mengubah aturan mengenai syarat CAR atau rasio kecukupan modal sehingga Bank Century bisa mendapatkan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP). Boediono pun yang mendorong agar status Bank Century dari bank gagal yang ditengarai berdampak sistemik berubah menjadi bank gagal yang berdampak sistemik.

Sri Mulyani, yang saat itu menjabat Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), disebut-sebut sebagai pintu masuk untuk menyeret Boediono.

Pertanyaan penting kepada Sri Mulyani adalah, apakah dirinya hanya menyetujui dana talangan untuk Century sebesar 600-an miliar, atau menyetujui hingga Rp 6,7 triliun. Bila jawaban pertama yang Sri Mulyani sampaikan, bisa dipastikan nasib Boediono sebagai wakil presiden akan segera berakhir. [rsn]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya