Berita

Darmono

Wawancara

WAWANCARA

Darmono: Susno Sudah Cicil Rp 500 Juta, Kekayaannya Nggak Jadi Disita

SELASA, 28 MEI 2013 | 09:49 WIB

Kejaksaan Agung batal menyita aset Susno Duadji. Sebab, bekas Kabareskrim Polri itu mulai mencicil Rp 500 juta untuk membayar uang pengganti korupsi sebesar Rp 4,2 miliar.

“Untuk saat ini kami tidak melakukan penyitaan aset Pak Susno. Sebab, sudah bersedia membayar dengan mencicil. Rabu (23/5), Pak Susno sudah menyicil uang pengganti Rp 500 juta,” ujar Wakil Jaksa Agung Darmono  kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Meski menyicil, Ketua Tim Pemburu Koruptor (TPK) itu merasa yakin Susno bakal melunasi uang pengganti korupsi dalam batas waktu yang sudah ditentukan.
“Kami yakin uang pengganti itu akan dibayar penuh. Sekarang kan sudah dicicil. Ini  membuktikan ada niat untuk melaksanakan putusan hukum itu. Makanya, kekayaan Pak Susno nggak jadi disita,’’’paparnya.

“Kami yakin uang pengganti itu akan dibayar penuh. Sekarang kan sudah dicicil. Ini  membuktikan ada niat untuk melaksanakan putusan hukum itu. Makanya, kekayaan Pak Susno nggak jadi disita,’’’paparnya.

 Berikut kutipan selengkapnya:

Bagaimana dengan perintah penyitaan yang sudah dikeluarkan Kejaksaan?
Kejaksaan sudah membatalkan perintah penyitaan aset Pak Susno. Sekarang saya sedang menunggu laporan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Sebab, Pak Susno sudah setuju untuk membayar uang pengganti, meski dengan cara mencicil.

Apa boleh dicicil?
Tidak apa-apa. Pelunasan uang pengganti itu kan memang dilihat juga dari kemampuan yang bersangkutan. Kalau yang bersangkutan bisanya mencicil, ya tidak apa-apa asal tetap dilunasi.

Kenapa tidak langsung disita saja asetnya untuk menutupi kekurangan?
Kekayaan Susno tidak bisa asal dirampas. Harus ada proses hukum yang mensahkan apakah kekayaan Susno yang dijadikan barang bukti bisa dirampas untuk negara atau tidak.

Kalau dicicil begitu, berarti ada keinginan melaksanakan putusan pengadilan.

Berapa lama dicicil?
Tidak tahu. Kami kan harus melihat dulu, sejauh mana kemampuannya. Untuk mengetahui apakah akan ada aset Susno yang dirampas atau tidak, tentunya waktu yang akan menentukan. Sebulan nanti dilihat lagi.

Kalau tidak melunasi?
Ya, asetnya akan kita sita. Merujuk pasal 18 ayat (2) Undang-undang Nomor 20 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, maka jika terpidana tidak membayar uang pengganti, paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Tapi keputusan pengadilan yang mewajibkan Susno untuk membayar sudah lebih dari sebulan?
Saat itu kan sempat ada penolakan dari pihak Pak Susno. Tapi sekarang kan sudah selesai. Karena sudah ada niat baik dari Pak Susno, ya kita tunggu saja. Kami kasih kesempatan sampai batas waktu tertentu. Asal jangan terlalu lama dan tetap dilunasi.

Bagaimana kalau nanti hanya janji-janji saja?
Saya yakin Pak Susno akan melunasi. Orang seperti Pak Susno saya percaya akan menepati janjinya. Tapi kalau nanti tidak dilunasi, berarti dilakukan penyitaan aset. Bila asetnya juga tidak mencukupi untuk melunasi uang pengganti,  maka hukuman tahanannya akan ditambah.

Kalau asetnya tidak cukup, berarti itu kemampuan maksimal dia. Mau apalagi. Tinggal ditambah hukumannya. Artinya, jika aset Pak Susno tidak cukup untuk membayar uang pengganti itu, Susno harus menggantinya dengan hukuman penjara.
 
Sesuai putusan pengadilan, jika tidak membayar uang pengganti, Susno bisa dipenjara selama 1 tahun. Ini berarti, hukuman Susno dipastikan akan lebih lama dari vonis semula. Kalau semula 3,5 tahun, akan ditambah 1 tahun lagi.

Kalau soal uang denda Rp 200 juta, apa sudah dibayar?
Sudah dilunasi. Senin (20/5) lalu Pak Susno telah membayar denda pidana sebesar Rp 200 juta plus biaya perkara Rp 2.500.

Ada anggapan Kejaksaan kurang serius menangani kasus Susno, apa tanggapan Anda?
Kami serius. Bagaimana tidak serius, keputusan pengadilan kita jalankan. Kami sudah melakukan tahap-tahapan hukum, sehingga Pak Susno sudah ditahan. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

UPDATE

Empat Anggota TNI Penyiram Air Keras Sebaiknya Diadili di Pengadilan Sipil

Sabtu, 21 Maret 2026 | 02:05

Tiga Kecelakaan di Tol Jateng Tewaskan Delapan Orang

Sabtu, 21 Maret 2026 | 02:01

Kejahatan Perang Trump

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:36

Hadiri Jakarta Bedug Festival, Pramono Tekankan Kebersamaan Sambut Idulfitri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:14

Kenapa Pemimpin Iran Mudah Sekali Diserang Israel-AS

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:07

Bamsoet Apresiasi Kesigapan TNI dan Polri Tangani Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:23

Hukum Militer, Lex Specialis, dan Ujian Akuntabilitas dari Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:04

Korlantas Gagal Tangani Arus Mudik

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:00

Dokter Tifa Ngaku Dikuatkan Roy Suryo yang Masih Waras

Jumat, 20 Maret 2026 | 23:29

Air Keras dari Orang Dalam

Jumat, 20 Maret 2026 | 23:11

Selengkapnya