Berita

istimewa

R Priyono dan Sri Sultan HB X Bertemu, Berkah untuk "Si Mungil"

SABTU, 25 MEI 2013 | 21:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pertemuan antara mantan Kepala BP Migas, R. Priyono dan Sri Sultan Hamengkubuwono X di Wildlife Rescue Centre (WRC) Taman Satwa, Sentolo, Yogyakarta kemarin merupakan berkah bagi anak orangutan yang lahir empat hari sebelumnya. Atas permintaan Sri Sultan Hamengkubuwono, R. Priyono memberi nama anak orang utan tersebut, Si Mungil.

Menandai pemberian nama Si Mungil yang lahir dari Ucokwati (induk) dan Joko (pejantan) pada Minggu Pon 19 Mei 2013, pukul 15.00, R. Priyono melakukan pemotongan tumpeng yang disaksikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X, GKR Pembayun, para pengelola WRC Taman Satwa Sentolo dan para tamu lain yang hadir.

Kelahiran Si Mungil menurut penuturan Sultan cukup aneh karena Ucokwati induknya tidak diketahui hamil dan itu telah diperiksa oleh Universitas Gajah Mada. Saat dilahirkan, Ucokwati tidak mau menerima anaknya tersebut dan bahwan tidak mau menyusui.


Dalam beberapa hari, para pengelola satwa berusaha membujuk Ucokwati agar mau menerima anaknya. Untuk menghindari kekurangan gizi, para pengelola memberi asupan kepada Si Mungil. Penyusuan oleh induknya baru bisa terjadi setelah dua hari kelahiran.

Dalam penjelasan kepada wartawan, R. Priyono mengatakan bahwa dunia migas sangat erat dengan lingkungan hidup. Oleh karena itu, mantan Kepala BPMigas itu berharap dengan kunjungannya itu WRC Taman Satwa Sentolo dapat menjadi salah satu daerah tujuan kegiatan CSR perusahaan-perusahaan industri migas.  

Informasi pertama tentang WRC Taman Satwa Sentolo, menurut Priyono, diperolehnya ketika dirinya bertemu Sultan di Jakarta beberapa waktu lalu.

Priyono juga menepis dugaan wartawan yang hadir bahwa pertemuan kedua tokoh nasional itu memiliki agenda tersembunyi.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya