Berita

rizal ramli

Kereta Api akan Menjangkau Seluruh Tanah Air jika RR jadi Presiden

KAMIS, 23 MEI 2013 | 11:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ada satu impian yang sampai sekarang masih terpendam di benak ekonom senior DR. Rizal Ramli. Cita-cita itu adalah menghadirkan transportasi yang aman, nyaman dan menjangkau seluruh tanah air.

Demikian disampaikan Rizal Ramli kepada wartawan di atas kereta api jurusan Jakarta-Cilacap siang ini (Kamis, 23/5).Menurut mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid ini, kereta api merupakan salah satu moda alternatif transportasi massal karena bisa mengangkut penumpang dan bawaan dalam jumlah banyak.

Karena itu, capres alternatif versi The President Center ini, jalur kereta api trans-Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan sudah semestinya ada di Indonesia. Kereta api raksasa ini dinilai dapat mempercepat waktu pengiriman dan menghemat biaya pengiriman hasil pertanian atau usaha lainnya hingga 10-20 persen.


"Jika terpilih menjadi presiden di Pilpres 2014 mendatang, saya akan bangun itu, seperti Lampung-Aceh. Apa susahnya, jangan dibiarkan uang rakyat dikorupsi terus," tegas anggota tim Panel Ahli Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ini.

Ia mencontohkan, salah satu penyebab harga bahan komoditi mahal adalah biaya pengiriman barang tersebut.

"Kalau ini terrealisasi, berarti ini juga menyediakan ratusan atau bahkan ribuan peluang kerja baru bagi rakyat," terangnya.

Ketua Aliansi Rakyat untuk Perubahan (ARUP) ini mengungkapkan, Indonesia saat ini bagaikan raksasa yang sedang tidur, maka harus dibangunkan. Angka pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen tidak cukup membuktikan bangsa Indonesia sudah sejahtera.

RR yang didaulat sebagai calon Presiden paling ideal versi Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) meminta, dalam pemilihan mendatang, rakyat lebih cerdas dalam memilih calon pemimpin, jangan mudah tergiur dengan iming-iming uang.

"Saya masih percaya bangsa ini akan bangkit, asalkan rakyat harus berani menyatakan kebenaran dan menanamkan kejujuran," demikian Rizal Ramli. [ald]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya