Berita

Sefti Sanustika

Wawancara

WAWANCARA

Sefti Sanustika: Saya Hanya Pasrah Setelah Tahu Bapak Kucurkan Dana Ke Wanita-wanita Lain

RABU, 15 MEI 2013 | 10:23 WIB

Wanita-wanita yang mendapat kucuran dana dari Ahmad Fathanah bukan hanya artis Ayu Azhari, Vitalia Shesha, Tri Kurnia Puspita, Dewi Kirana dan mahasiswi Maharany Suciono. Tapi, masih banyak wanita lainnya.

Berdasarkan temuan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), ada 20 wanita yang mendapat dana dari tersangka kasus dugaan korupsi impor daging sapi tersebut.

Menanggapi hal itu, istri Ahmad Fathanah, Sefti Sanustika mengatakan, hanya Ayu Azhari yang diketahuinya ada hubungan dengan suaminya.  


”Saya nggak tahu wanita-wanita itu mendapat kucuran dana dari Bapak. Saya baru tahu hubungan sejumlah wanita dengan suami saya setelah diperiksa KPK sebagai saksi. Itu pun saya tahunya dari media,’’ papar Sefti Sanustika kepada Rakyat Merdeka di rumahnya, Perumahan Permata Depok Blok H2, Citayam, Depok, Jawa Barat, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya;

Suami Anda mengucurkan dana terhadap banyak wanita, apa tanggapannya?
Saya sempat shock. Tapi kemudian saya memutuskan untuk mencoba ikhlas. Biarlah ini menjadi bagian dari perjalanan rumah tangga saya dengan Bapak (Ahmad Fathanah).

Bagaimana Anda bisa tahu Fathanah kenal dengan Ayu Azhari?
Waktu itu Bapak pernah mengajak makan siang sekeluarga di sebuah restoran. Di sana kami bertemu Mbak Ayu yang juga mau makan siang. Bapak kemudian mengajak Mbak Ayu makan bersama.

Di situ Bapak ngobrol berdua dengan Mbak Ayu. Tapi saya tidak tahu apa yang dibicarakan. Sebab, kami tidak duduk di satu meja.

Tampaknya Anda pasrah saja ya?
Ya, mau bilang apa lagi. Saya hanya pasrah setelah tahu Bapak kucurkan dana ke wanita-wanita lain. Saya juga pasrah saat KPK menyita semua harta kekayaan, termasuk rumah dan cincin kawin.

Saya cuma orang awam yang tidak mengerti soal hukum. Jadi hanya menunggu, bagaimana keputusan KPK.

Apa saja kekayaan Anda yang disita KPK?
Cincin kawin dan semua perhiasan saya disita KPK, termasuk perhiasan yang saya beli sendiri. Kemudian tiga mobil saya juga sudah disita KPK. Selain itu juga rumah di Pesona Kahyangan Blok BS Nomor 5 yang dibeli pada 2012, belum ditempati karena dalam proses renovasi.

Uang membeli kekayaan itu dari mana?
Saya tidak tahu uangnya dari mana. Kalau cincin jelas pemberian Bapak sebagai mas kawin saat kami menikah. Kalau rumah yang di sini (Permata Depok Blok H2, Citayam, Depok-red) saya beli dengan mencicil.

Anda kan istrinya, kok bisa tidak tahu?
Saya memang tidak tahu. Saya tidak tahu pekerjaan suami saya. Tapi saya tahu suami saya itu swasta. Bapak ada bisnis.

Bisnis apa?
Saya tidak tahu.

Memang awalnya pembelian rumah yang di Permata Depok bagaimana?
Saya beli rumah yang di Permata ini tahun 2010. Saya beli rumah ini dengan cara mencicil. Uang mukanya saya dapat dari hasil penjualan rumah saya sebelumnya.

Jadi sebetulnya rumah ini sudah saya miliki sebelum saya menikah atau kenal dengan Bapak.

Anda tahu  kedekatan Fathanah dengan bekas Ketua Umum PKS Luthfi Hasan Ishaaq?
Kurang tahu juga. Saya hanya kenal Pak Luthfi, tapi tidak secara personal. Waktu itu saya diajak suami saya ke sebuah restoran di Jakarta. Suami saya kemudian memperkenalkan saya kepada Pak Luthfi. Hanya itu, selebihnya saya tak tahu.

Kalau kedekatan suami dengan petinggi PKS Lainnya?
Saya tidak tahu. Saya hanya tahu Bapak kenal dengan Pak Luthfi. Yang saya tahu, Bapak bukan kader PKS.

Apa harapan Anda terhadap kasus ini?
 Saya berharap masa hukuman Bapak bisa diringankan. Sebab, Bapak itu tulang punggung keluarga. Soal kekayaan itu mah bisa dicari. Kalau rejeki tidak akan kemana-mana. Tapi sekarang saya bingung karena saya tidak menyanyi lagi.

Saya juga pernah meminta kepada KPK agar tidak dipasangi plang penyitaan di rumah saya. Itu kan bikin malu dengan tetangga. Toh sertifikat rumah sudah disita oleh KPK, sehingga tidak mungkin bisa dijual. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya