Berita

yusril ihza mahendera

Prof. Yusril akan Terus Perjuangkan Keadilan untuk Antasari Azhar

RABU, 15 MEI 2013 | 07:19 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pakar hukum kenamaan Prof. Yusril Ihza Mahendra bertekad akan terus membantu mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar untuk mendapatkan keadilan.

"Perjuangan membantu Antasari adalah perjuangan yang berat. Namun tak ada kata putus asa dalam menegakkan keadilan," jelas Prof. Yusril pagi ini (Rabu, 15/5).

Antasari saat ini sedang mengajukan uji materi Pasal 268 Ayat 3 UU 8/1981 ke Mahkamah Konstitusi.


Karena, terpidana kasus pembunuhan Direktur PT Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen ini menilai peraturan hukum acara dan pidana tak sesuai dengan prinsip keadilan.

Pasalnya, disitu disebutkan, hanya mengizinkan seorang narapidana melakukan peninjauan kembali (PK) atas kasusnya sebanyak satu kali. Bila mendapat barang bukti baru, terpidana tak dapat kembali melakukan PK.

Menurut Antasari, peraturan itu tak adil. Bahkan, peraturan itu bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 1 ayat 3, pasal 28 C ayat 1 dan 2, pasal 28 D, serta pasal 28 H ayat 2.

Untuk mempersiapkan bahan yang akan disampaikan dalam sidang lanjutan di MK terkait uji pasal KUHAP tentang PK pukul 10.30 WIB nanti, Prof. Yusril yang juga mantan Menteri Hukum dan HAM ini mengaku membaca berbagai literatur untuk mendukung Antasari Azhar sampai larut malam tadi. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya