Berita

Rizal Ramli: Pemuda Harus Visioner dan Punya "Tiga Gesit"

SELASA, 14 MEI 2013 | 17:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

"Pemuda harus punya visi yang jauh ke depan. Misalnya, 20 tahun ke depan akan menjadi apa. Untuk bisa mewujudkan visi itu, pemuda harus punya tiga gesit; gesit otak, gesit tangan, dan gesit gaul," kata calon Presiden paling ideal versi Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Rizal Ramli, di Aula Student Center FE-UI, Depok, Selasa (14/5).

Berbicara pada Leader Dialogue 9 bertajuk "Pemuda untuk Indonesia" yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa FE-UI, Rizal Ramli yang juga Ketua Aliansi Rakyat untuk Perubahan itu tampil santai. Berbaju biru lengan panjang yang dibiarkan menjulur ke luar, dipadu dengan celana biru gelap, ikon perubahan ini mampu berkomunikasi secara cair dengan sekitar 200an mahasiswa.

Menurut Ketua Aliansi Rakyat untuk Perubahan (ARUP) ini, yang dimaksud dengan gesit otak adalah pemuda harus pandai. Indonesia ke depan membutuhkan para pemuda yang berotak  cerdas, karena tantangan yang dihadapi juga lebih berat. Dengan kemampuan yang biasa-biasa saja, pemuda hanya akan menjadi penonton yang tidak mengambil peran penting dan strategis.


"Gesit kedua adalah gesit tangan. Artinya, pemuda harus handy atau ringan tangan. Di tataran teknis, pemuda yang handy umumnya lebih berhasil ketimbang pemuda yang pintar secara akademik. Pemuda harus bisa bekerja dan memberikan lebih dari yang seharusnya. Dulu, kalau jam 16.00 staf saya sudah siap-siap mau pulang, saya sudah prediksi ke depan yang bersangkutan tidak akan jadi apa-apa," ujar capres alternatif versi The President Center ini.

Sedangkan gesit gaul terkait dengan kemampuan mahasiswa membangun jaringan dan organisasi. Makin luas networking yang berhasil dibangun, maka kemungkinan pemuda berhasil akan semakin besar. [dem]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya