Berita

yusuf supendi

Yusuf Supendi: Kehancuran PKS Tinggal Menunggu Hari

SENIN, 13 MEI 2013 | 06:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kasus yang suap pengurusan izin impor daging sapi yang membelit mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq diyakini akan menjadi awal kebangkrutan partai dakwah tersebut.

"PKS di ujung tanduk, bubarnya tinggal tunggu hari," ujar salah seorang pendiri Partai Keadilan (nama awal PKS) Yusuf Supendi dalam pesan singkat yang diterima redaksi pagi ini (Senin, 13/5).

Menurutnya, kasus yang berawal dari tangkap tangan Ahmad Fathanah dan dilengkapi keberadaan artis-artis cantik yang mengitarinya telah memorak-porandakan bahkan membinasakan citra PKS. Hal ini membuat publik menolak memilih PKS pada Pemilu 2014.


"Kondisi PKS saat ini tak ubahnya bagaikan mobil mewah, tapi bodinya ringsek, mesinnya remek, sopirnya ngungsep, artis-artis penumpangnya amburadul, dan menyisakan kian ambruknya PKS," ujar Yusuf, yang saat ini menjadi politikus Hanura dan maju sebagai calon anggota legislatif.

Yusuf Supendi menyindir tekad PKS yang ingin menembus tiga besar pada Pemilu 2014 mendatang. Menurutnya, PKS malah akan menjadi partai tiga besar dari bawah yang akan masuk kotak.

"PKS Vs KPK hanya menyisakan ekses berlarut-larut, tersudutkannya oleh media massa, dan dihakimi publik. Kewenangan KPK yang dimilikinya sulit dianulir, atau terbantahkan, dan PKS tinggal mengisap jempol," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya