Berita

gita wirjawan

Gita Wirjawan: Ibu-ibu harus Tegur Suami dan Anak Jika Pakai Produk Luar Negeri

SABTU, 11 MEI 2013 | 17:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan tak henti-hentinya mengingatkan rakyat Indonesia untuk mencintai dan menggunakan produk dalam negeri.

Hari ini, di acara  Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Gita bahkan meminta ibu-ibu menegur suami, anak, dan keluarganya masing-masing jika masih menggunakan produksi luar negeri.

"Jangan biarkan negara kita dikuasai oleh produksi-produksi asing. Para wanita harus menjadi ujung tombak untuk menggunakan produksi dalam negeri," kata Gita saat menghadiri acara IWAPI di gedung Smesco, Jakarta Selatan, Sabtu (11/5/).


"Ibu, silakan tegur suami dan anak-anak kalau selalu ingin mengkonsumsi barang-barang luar negeri. Kita harus cinta buatan negeri kita," ujar Gita melanjutkan.

Ia mengatakan peran wanita dalam perekonomian sangat besar, dan hal itu terbukti saat Indonesia menghadapi krisis 15 tahun yang lalu.

"Ekonomi kita terkait UKM dan ada peranan wanita sebesar 60 persen. Kegigihan perempuan dalam ekonomi adalah kuncinya. Wanita bisa berperan bukan hanya pendanaan, tapi penyuluhan agar bisa bersaing. Perempuan lebih bisa manage risiko," tuturnya.

Sedangkan Ketua Umum IWAPI, Nita Yudi, mengungkapkan langsung masalah kenaikan harga bawang. Menurutnya kenaikan harga bawang mengejutkan ibu-ibu. "Bapak Menteri nanti mungkin bisa menjelaskan kenapa harga bawang putih bisa naik. Saat mendengar bawang putih naik, langsung pusing. Kaget," jelasnya.

Kemarin, saat membuka Pameran Pangan Nusa dan Pameran Produk dalam Negeri Regional 10-13 Mei 2013 di Pontianak, Kalimantan Barat, Gita mengingatkan masyarakat Indonesia harus memiliki kebanggaan terhadap produk dalam negeri.

Caranya dengan mencintai, membeli, dan menggunakan produk lokal dibanding dengan produk asing. Karena, warga Indonesia harus menyadari bahwa mengkonsumsi produk lokal adalah salah satu kunci pertumbuhan ekonomi yang akan membawa kesejahteraan rakyat. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya