Berita

taufiq-syahganda

Taufiq Kiemas-Syahganda Nainggolan Setuju Presiden Mendatang Harus Non-Orba

RABU, 08 MEI 2013 | 12:11 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Dalam pertemuan aktivis Jaringan Pro Demokrasi dan pimpinan MPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin, mereka juga menyinggung soal pemilihan presiden yang akan digelar 2014 tahun depan.

Aktivis Prodem yang dikomandoi Syahganda Nainggolan disambut langsung Ketua MPR Taufiq Kiemas bersama pimpinan MPR lainnya.

Mereka menemui pimpinan MPR berangkat dari rasa keprihatinan akan arah Indonesia yang tidak menunjukkan tanda-tanda lebih baik meski sudah 15 tahun reformasi.


"Kita sepakat kalau bisa reformasi itu menjadi sesuatu yang dikenang oleh bangsa ini. Karena itu bagian dari perlawanan terhadap rezim otoritarian yang sangat kejam, membungkam demokrasi, penuh dengan korupsi," ujar Syahganda kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 8/5).

Karena, Syahganda menjelaskan, jelang dan saat meletusnya reformasi, banyak sekali mahasiswa dan rakyat yang gugur.

"Seperti aktivis dan penyair Wiji Thukul sampai sekarang belum jelas dimana  mayatnya. Orang jangan melupakan itu, jangan melupakan kekejaman Orde Baru. Karena itu Prodem dan Taufiq Kiemas sepakat capres harus non-Orde Baru," ungkapnya.

Syahganda tak bisa menerima kalau sampai rezim Orde Baru yang ditumbangkan bahkan dengan mengorbankan nyawa rakyat Indonesia tapi jaringan atau antek-anteknya kembali berkuasa. Karena itu, dia berharap elemen masyarakat mengantisipasinya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya