Berita

ilustrasi

Inna Lillah, Tiga TKI Dibunuh Secara Sadis

SELASA, 07 MEI 2013 | 12:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sungguh malang nasib SJ (35), warga Desa Baru Sungai Abu, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci. Niat Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sudah 2 tahun bekerja di Malaysia ini hendak pulang ke kampung halaman, malah berakhir duka.

Seperti dikutip dari JPNN, saat hendak pulang ke Indonesia bersama MD (35) suaminya, di dalam perjalanan suaminya dibunuh oleh DM, tekong yang mengantar mereka pulang. Tidak hanya suaminya, dua orang teman mereka yang juga berasal dari Kerinci  NZ (35), dan SP (20) juga dibunuh oleh tekong.

Sadisnya lagi, tekong yang juga merupakan warga Sungai Abu, Kabupaten Kerinci ini juga memperkosa korban SJ.


Informasi yang dihimpun, beberapa hari yang lalu korban bersama suaminya, MD dan dua orang temannya hendak pulang dari Malaysia ke kampung halaman mereka di Kerinci.

Mereka awalnya hendak pulang melalui jalur resmi, namun malah dibawa tekong melalui jalur illegal. Karena sudah terlanjur membayar uang mereka pun ikut tekong melalui jalur illegal.

Untuk menuju kapal yang akan mengantar para TKI ke Indonesia, mereka harus berjalan kaki melewati perkebunan sawit warga yang jaraknya sekitar 1 Kilometer. Anehnya tekong tersebut mengantar satu persatu TKI tersebut ke kapal. Saat itulah korban dibunuh menggunakan senjata tajam jenis parang.

Beruntung SJ yang diantar terakhir berhasil merayu pelaku dan akhirnya nyawanya selamat. Korban sempat melihat mayat suami dan satu orang temannya. Mereka diikat dikapal dan dibuang ditengah laut, perbatasan Malaysia dan Indonesia.

Informasi lain menyebutkan korban sempat tinggal bersama pelaku selama tiga hari di Tanjung Balai Karimun, Riau dan korban diperkosa pelaku di Riau.

Korban berhasil selamat sampai di Kerinci, karena korban bersedia dinikahi pelaku dan agar bisa menikah korban mengelabui pelaku dengan cara pura-pura izin pulang kampung untuk meminta restu orangtuanya.

Korban berangkat ke Kerinci sendirian. Sesampai di Kerinci Sabtu (4/5) malam kemarin, korban langsung menceritakan ke keluarganya. Oleh keluarga dan masyarakat korban dibawa ke RSU Raden MHA Thalib Kerinci  untuk divisum dan dirawat.

Pantauan di RSU MHA Thalib korban dirawat di zaal kebidanan ruang Kelas II/07 Sitinjau Laut. Korban yang terbaring tampak menangis dan terlihat trauma. Sesekali korban menyebut nama Allah, "Laillahaillallah".

Ibu korban mengatakan, sejak tiba di Kerinci korban tidak mau makan dan selalu menangis terkenang suaminya yang dibunuh pelaku. "Selama tiga hari di Riau dia juga tidak makan, tidurpun kurang," ujarnya.

Sekitar pukul 16.00 WIB polisi dari Polres Kerinci terlihat datang ke tempat korban dirawat. Polisi tampak mengambil cap jempol korban.Ibu korban mengungkapkan bahwa korban adalah salah satu anak perempuannya. Dia memiliki 4 orang anak, dua orang laki-laki dan dua orang perempuan.

"Malam kemarin Sabtu (4/5) tiba di Kerinci, setengah jam tiba dirumah langsung dibawa ke rumah sakit. Sekitar pulul 22.00 WIB ke Rumah Sakit. Kita juga sudah lapor polisi," tambah adik korban.

Ditanya lebih lanjut mengenai kronologis kejadian, adik korban mengaku tidak tahu persis. "Saya tinggal di Pungut, jauh. Dipanggil kesini (RSU) ya langsung saja saya kesini. Dak tau ceritanya bagaimana," ujarnya.

Sementara itu korban belum dapat diwawancarai, karena masih trauma.

Kapolres Kerinci AKBP Ismail melalui Wakapolres Kerinci, Kompol Kristian Adiwinata saat dikonfirmasi mengatakan, tidak ada laporan langsung mengenai kejadian tersebut ke pihaknya. Namun, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat dan langsung ditindaklanjuti pihaknya.

Menurutnya tempat kejadian perkara (TKP) di Malaysia dan Riau. Oleh karena itu pihaknya berkoordinasi dengan Polda Jambi, karena menyangkut dua negara Indonesia dan Malaysia. "Karena menyangkut dua negara harus diselesaikan negara," ujarnya.

Dikatakannya, kasus tersebut kewenangan interpol, karena ada saksi di Malaysia."Yang berhak mengadili negara Malaysia," ucapnya.

Sedangkan TKP pemerkosaan di Riau, maka kasus tersebut ditangani Polda Riau."Pelaku sekarang di Riau," ungkapnya.

Walaupun demikian pihaknya tetap mendalami laporan tersebut. "Indikasinya benar terjadi peristiwa tersebut," ujarnya.

Wakapolres membenarkan bahwa korban berjumlah empat orang, termasuk SJ. Keempat orang itu berasal dari Kabupaten Kerinci. "Semua dari Kerinci, yakni SJ, suaminya MD dan dua orang rekan mereka, salah satunya ada yang dari Koto Tebat, Air Hangat Timur. SJ dan suaminya MD dari Sungai Abu, Kecamatan Air Hangat Timur," pungkasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya