Berita

istimewa

Politik

Model Seksi Diberi Mobil dan Jam Tangan oleh Ahmad Fathanah

SENIN, 06 MEI 2013 | 14:30 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan penyitaan sebuah mobil Honda Jazz putih dengan nomor polisi B 15 VTA dan sebuah jam tangan mewah merk Chopard dengan harga sekitar Rp70 juta terkait kasus tindak pidana korupsi (TPK) dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

Hal itu diungkapkan oleh Jurubicara KPK, Johan Budi, kepada wartawan ketika jumpa pers di kantornya, Kuningan, Jakarta, (Senin, 6/5).

"KPK lakukan penyitaan berkaitan dengan dugaan TPK dan TPPU, dari tersangka Ahmad Fathanah dari barang-barang yang diduga dikuasai oleh Vitalia Sesha, ia sendiri pernah dua kali diperiksa oleh KPK sebagai saksi," jelas Johan Budi.


"Bahwa barang-barang berupa Honda Jazz dan jam tangan merk Chopard, menurut pengakuan Vitalia Sesha, diberikan oleh AF (Ahmad Fathanah) atas hubungannya sebagai teman" tambahnya lagi.

Mengenai berita mobil Honda Jazz yang disita itu atas nama Andi Novita, Johan Budi menyatakan, dalam pemeriksaan pihaknya, mobil itu dalam penguasaan Vitalia yang juga model seksi majalah dewasa itu.

"Terakhir kami cek mobil itu dalam penguasaan Vitalia Shesa" demikian Johan.

Sebelumnya, KPK telah melakukan penyitaan empat mobil mewah atas nama Ahmad Fathanah ini, yaitu Toyota FJ Cruiser hitam bernomor polisi B 1330 SZZ dan Alphard putih bernomor polisi B 53 FTI, Land Cruiser Prado hitam bernomor B 1739 dan sebuah Mercedes Benz.[rsn]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya