Berita

ilustrasi/ist

Politik

HARI PENDIDIKAN

Perayaan Hardiknas Lesu Karena Pembangunan Pendidikan Gagal

KAMIS, 02 MEI 2013 | 13:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dirayakan hari ini (Kamis, 2/5) sangat lesu karena Pemerintah dinilai telah gagal dalam membangun pendidikan nasional.

Anggota Komisi X DPR RI Ahmad Zainuddin mengatakan, banyak indikator yang menyebutkan pemerintah gagal dalam membangun pendidikan nasional. Seperti, kisruh UN yang terjadi hampir setiap tahunnya, terlebih lagi penyelenggaraan UN tahun ini boleh dikatakan gagal. Selain itu, persoalan pengembangan kurikulum yang belum matang disiapkan oleh pemerintah pun sampai saat ini memunculkan keresahan bagi para pemangku kepentingan di bidang pendidikan seperti guru dan juga pihak sekolah.

"Ini menjadi tolak ukur bagi gagalnya pemerintah dalam upaya membangun pendidikan nasional kita," ujar Zainuddin kepada Rakyat Merdeka Online, (Kamis, 2/5).


Zainuddin menjelaskan, bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia ini yang memasuki usia ke-68 sudah selayaknya mampu menghadirkan wajah pendidikan nasional yang bermartabat, sesuai dengan amanat UUD 1945 yaitu “mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Legislator asal Partai Keadilan Sejahterah (PKS) ini menilai, bahwa selama ini pemerintah belum sanggup merealisasikan tujuan pendidikan nasional, yaitu pendidikan yang dapat menghasilkan peserta didik berakhlak dan berbudi pekerti mulia.

"Lihat saja pelaksanaan UN, belum menghasilkan mutu pendidikan yang berkualitas, bahkan UN memicu upaya tindak kecurangan bagi oknum siswa, sekolah bahkan pengelola pendidikan itu sendiri," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa kasus yang terjadi di kalangan oknum pelajar seperti tawuran, narkoba, pornografi hingga pergaulan bebas, kemudian perbuatan asusila di kalangan oknum pendidik pun memenuhi daftar buram persoalan yang terjadi di dunia pendidikan kita.

"Bagaimana kita bisa memaknai dan menjelaskan arti Hardiknas itu bagi generasi penerus bangsa di tengah carut-maut pendidikan seperti saat ini?" tunkas Zainuddin.

Olehnya itu, politisi dari ddaerah pemilihan DKI Jakarta 1 mendesak pemerintah agar harus ada perhatian yang serius terhadap pendidikan akhlak dan karakter bangsa ini, jika bangsa kita tidak ingin ambruk dalam peta peradaban dunia.

"Pendidikan kita sudah berada pada zona tanda lampu merah, harus segera diambil tindakan nyata dari pemerintah untuk memperbaikinya," pungkas Zainuddin. [rsn]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya