Berita

Olahraga

Duh, Mahalnya Biaya Makam di DKI

SELASA, 30 APRIL 2013 | 15:51 WIB | LAPORAN:

Pameo "Jangan Mati di Jakarta" mungkin ada benarnya. Betapa tidak, biaya yang diperlukan untuk prosesi pemakaman dan lahan rupanya masih tidaklah semurah dibayangkan. Harganya bahkan bisa mencekik warga miskin.

Padahal, sesuai Perda 1/2006 tentang Retribusi, sewa lahan atau retribusi Pemakaman untuk tiga tahun pertama paling murah Rp 0 (Blok AIII) dan termahal Rp 100 ribu (blok AAI). Sewa berlaku tiga tahun dan dapat diperpanjang lagi dengan membayar retribusi. Namun angka retribusi itu hanya ada di atas kertas. Petugas pemakaman di lapangan bisa seenaknya menentukan tarif.

Untuk kelas satu blok Kristen, Aron (30) mengungkapkan, pihaknya dikenai biaya sebesar Rp 2,5 juta oleh petugas TPU Tegal Alur. Meski setelah tawar menawar, petugas TPU akhirnya sepakat dengan bayaran Rp 700 ribu. Itu pun tanpa batu nisan.


"Awalnya sih petugas itu tetap ngotot minta tambah Rp 1,8 juta, tapi berhubung kerabat kami ada yang pensiunan PNS, akhirnya petugas itu mau," ungkap pegawai swasta ini usai pemakaman kerabatnya, Sihite di TPU Tegal Alur, Selasa (30/4).

Kejadian seperti ini menurut Aron, patut disesalkan. Apalagi terjadi di saat warga tengah dirundung duka.

"Lagi dilanda kesusahan saja masih dimanfaatkan, otaknya pada di mana sih para petugas ini," ucapnya bernada kesal.

Bukan hanya keluarga almarhum Sihite, kejadian serupa juga dialami Nurrahman (46) yang ditemui usai mengurus pemakaman kerabatnya di kelas tiga blok pemakaman Islam TPU Tegal Alur. Ia mengaku awalnya dimintai bayaran Rp 3 juta.

"Tapi akhirnya dibayar 2,5 juta, kata petugasnya nanti mendapatkan rumput dan batu nisan. Padahal informasinya untuk klas tiga biayanya sekitar Rp 150 ribu," kata warga Tambora ini.[wid]


Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Posko Kesehatan PLBN Skouw Beroperasi Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:03

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

Kapolri: 411 Jembatan Dibangun di Indonesia, Polda Riau Paling Banyak

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:47

Gibran Salat Id dan Halal Bihalal di Jakarta Bersama Prabowo

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:30

Bonus Atlet ASEAN Para Games Cair, Medali Emas Tembus Rp1 Miliar

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:05

Gibran Pantau Arus Mudik dari Command Center Jasa Marga

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:47

Pengusaha Kapal Minta SKB Lebih Fleksibel Atur Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:38

Pengiriman Pasukan RI ke Gaza Ditunda Imbas Perang Iran

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:25

Bias Layar: Serangan Aktivis KontraS Ancaman Demokrasi dan HAM

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:10

Istana Sebar Surat Edaran, Larang Menteri Open House Lebaran Mewah

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:06

Selengkapnya