RMOL. Kehadiran Menteri Olahraga dan Pemuda Roy Suryo pada Kejuaraan Ketangkasan Berkuda (Equestrian) ‘Jateng Master’ 2013, kemarin, sempat dikuatirkan menjadi ajang dukungan kepada salah satu organisasi Equestrian yang sedang berseteru.
Kubu yang berseteru itu adalah antara Eqina yang baru terbentuk dan berinduk ke Pordasi dengan EFI (Equestrian Federation Indonesia) yang resmi diakui oleh KONI dan FEI (Federasi Equestrian Internasional).
"Ini urusan saya, akan saya selesaikan seperti menyatukan perpecahan di kubu sepak bola Indonesia," kata Menpora berjanji.
Menyikapi hal tersebut anggota dewan pembina PP EFI, Teuku Riefky Harsya pun mengaku salut terhadap gaya kepemimpinan Roy Suryo.
"Beliau menyempatkan diri hadir pada pembukaan Jateng Master di tengah-tengah route Rally PPMKI Jawa Tengah. Hal ini memang sudah dibicarakan sebelumnya dan merupakan rangkaian upaya mempersatukan stakeholder equestrian," kata Riefky.
Menurut Riefky, untuk menyelesaikan perseteruan di tubuh Equestrian maka selayaknya memang Menpora melihatnya langsung pihak-pihak yang perlu dipersatukan.
"Oleh karena itu Menpora tadi merasa perlu hadir pada acara yang digelar Eqina. Jadi jerih payah Menpora harus kita hargai dan dukung.Jangan disalahartikan sebagai keberpihakan Menpora," imbaunya.
Menpora Roy Suryo, kata Riefky, juga optimis akan ada titik temu.
"Tentunya yang dimaksud beliau titik temu adalah permasalahaan dualisme dalam equestrian," jelasnya.
Selebihnya Menpora menyampaikan pesan melalui dirinya agar pengurus dan atlit EFI untuk tetap pertahankan semangat, prestasi dan sukses dalam mengadakan rangkaian pertandingan kualifikasi SEA Games.
"Prinsipnya jangan sampai atlit yang menjadi korban. Sayang sekali kondisi yang terpecah ini dikuatirkan bisa menjadi titik balik kemunduran standar equestrian Indonesia yang sudah hampir menyamai kelas internasional," katanya pula.
Disinggung pemicu perpecahan di tubuh equestrian Indonesia, Riefky mengungkapkan bahwa awalnya karena ada keinginan memisahkan cabor equestrian dari PORDASI. Pemisahan equestrian tersebut juga dimaksudkan untuk menyesuaikan aturan dari FEI bahwa equestrian tidak boleh di bawah organisasi lainnya.
"Namun equestrian yang sudah berdiri sendiri tersebut, belum lama ini terpecah. Saya pikir ada beberapa alasan, salah satunya berawal pada saat penyisihan untuk membentuk tim nasional SEA Games 2011. Saya dengar ada pihak-pihak yang tidak puas karena kuda dan rider yang mereka andalkan dan miliki tidak lolos seleksi ke dalam timnas SEA Games,"
Saat itu, lanjut Riefky menceritakan, dirinya bukan termasuk tim penyeleksi sehingga tidak mengetahui persis proses penyisihannya.
"Namun sejak November 2011 itulah masyarakat equestrian mulai terpecah dan pihak-pihak yang tidak puas tadi akhirnya bergabung membentuk kumpulan equestrian baru yang terlepas dari federasi internasional FEI, membuat munas dan mendeklarasikan diri ingin kembali di bawah PORDASI serta menamakan diri Eqina," demikian Riefky.
[wid]