Duet Mario Balotelli dan Stephan El Shaarawy dinilaimulai mandul menyumbangkan gol bagi AC Milan. Namun hal itu langsung buru-buiru ditepis bek Milan, Daniel Bonera.
“Balotelli baru saja datang. Ada proses yang dibutuhkan untuk berkembang agar dirinya dan El Shaarawy bisa mengenal satu sama lain,†jelasnya dikutip Sky Sports, kemarin.
Menurutnya, kegagalan tersebut disebabkan, minimnya kesempatan kedua pesepakbola itu bermain. Selain itu Balotelli baru empat kali menjalani laga dengan Si Firaun Kecil.
“Mereka belum mendapatkan kesempatan bermain bersama dalam empat pertandingan, dan pastinya mekanisme di tengah apangan masih perlu disempurnakan.â€
Kembalinya Mario Balotelli jelas sangat dinantikan para fans dan tim Milan di tengah serangkaian hasil tak memuaskan yang didapat.
Super Mario diharapkan dapat kembali memetik gol seperti pada delapan pertandingan sebelumnya. Ini sangat penting bagi Milan, karena pada Senin dini hari nanti WIB (29/4) akan menjamu Catania, menjalani sisa laga di kompetisi Seri-A.
Demi mendapatkan tiket ke kompetisi Liga Champions musim depan, Adriano Galliani meminta Milanisti terus memberikan dukungan pada timnya di sisa musim ini.
Performa Diavolo Rosso yang jauh membaik daripada di awal musim disebutnya menjadi indikasi bagus untuk bertarung merebut Scudetto musim depan.
“Kami harus memberikan bahan bakar bagi para pemain kami dan juga pelatih untuk mengantar mereka lolos ke Liga Champions ke-11 dalam 12 tahun terakhir.
Semoga saja kami akan memiliki tim yang lebih solid, dan berharap musim depan bisa bertarung untuk merebut Scudetto,†ujar Galliani di
Soccernet.Sementara itu, banyak yang menganggap Seri A sudah tak menarik dan sekompetitif Premier League atau La Liga. Hal ini diakui Presiden Juventus, Andrea Agnelli. Dia menilai, kompetisi di Italia tak seperti yang dulu.
Seri A di awal tahun 90-an begitu merajai dan banyak pemain bintang bergabung di sana. Daya tariknya pun begitu kuat dan banyak fans yang punya tim favorit seperti Juve, AC Milan, Inter Milan, AS Roma dan sebagainya.
Agnelli pun merasa, memang Seri A tak seperti yang dulu lagi, karena kompetisi ini tengah dalam masa transisi. Fakta bahwa Juve satu-satunya tim Italia yang memilik stadion sendiri juga jadi persoalan.
Kurangnya pemasukan membuat klub-klub sebesar Milan dan Inter mengalami krisis keuangan dan terlilit hutang dalam jumlah besar. Untuk itu Agnelli menyarankan bahwa sepakbola negeri Pizza harus direformasi. [Harian Rakyat Merdeka]