Berita

Pro. Sri Suryawati/ist

INTERNATIONAL NARCOTICS CONTROL BOARD

Dubes Desra: Kemenangan Prof. Sri Suryawati Perlihatkan Kepercayaan Dunia Internasional

JUMAT, 26 APRIL 2013 | 11:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pakar farmakologi dan farmakokinetis klinik Indonesia, Prof. Dr. Sri Suryawati, mendapatkan suara terbanyak dalam pemilihan anggota International Narcotics Control Board (INCB). Pemilihan digelar Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC) di Markas Besar PBB, New York, kemarin (25/4).

Sekretaris Pertama Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di PPB Elleonora Tambunan dalam laporannya mengakatan bahwa dalam pemilihan itu Prof. Suryawati meraih 42 suara, sementara dua pesaingnya dari Estonia dan Suriah/Inggris masing-masing mendapatkan lima suara.

“Terpilihnya Profesor Suryawati tidak hanya menunjukkan pengakuan atas kepakaran beliau pada isu kerjasama internasional dalam pengawasan narkotika, namun juga mencerminkan kepercayaan masyarakat internasional terhadap peran dan kontribusi Indonesia di berbagai kerjasama internasional dalam kerangka PBB,” demikian ditegaskan Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Desra Percaya, seusai pemilihan.


Sejumlah negara berharap keberadaan Indonesia pada INCB akan semakin memajukan pembahasan isu-isu terkait yang menjadi fokus upaya memajukan kerjasama penanganan pengawasan obat-obatan narkotik di tingkat internasional.

Prof. Sri Suryawati adalah salah seorang pakar kesehatan yang karena kapasitas dan kemampuannya telah dipercaya oleh Badan POM dan Kementerian Kesehatan sebagai konsultan dalam penyusunan berbagai kebijakan kesehatan nasional.

Kepakaran Prof. Suryawati juga telah diakui oleh pihak-pihak lain di dunia international. Sejak tahun 1999, Prof. Suryawati, antara lain, telah menjadi anggota WHO Advisory Panel on Medicine Policy and Management.

Pada tahun 2001 ��" 2008 disamping sebagai konsultan mengenai essential medicine program and rational use of medicines di sejumlah negara sejak tahun 2001. Kantor Penerangan PBB di Jakarta juga kerap melibatkan Profesor Suryawati dalam peluncuran berbagai dokumen PBB mengenai isu kesehatan, termasuk laporan tahunan INCB.

INCB adalah badan pengawasan yang bersifat independen dan quasi-judicial mengenai pengawasan obat-obatan internasional, untuk mengimplementasikan berbagai konvensi PBB mengenai obat-obatan. Badan ini dibentuk pada tahun 1968 sejalan dengan Single Convention on Narcotic Drugs tahun 1961, dan saat ini beranggotakan 13 pakar dari berbagai negara.

Profesor Suryawati selanjutnya akan menjalankan tugasnya di INCB sampai dengan tahun 2017. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya