Tim Formula1 Ferarri tengah dirundung duka. Tim Kuda Jingkrak itu baru saja kehilangan bekas manajer mereka di era 1990-an, Franco Gozzi yang meninggal kemarin siang WIB di rumah sakit sekitar Modenya, Italia.
Semasa hidupnya, Gozzi yang meninggal usia 81 tahun merupakan salah satu sosok penting dalam kesuksesan Ferrari. Dia pernah menjabat sebagai Direktur Olahraga, Petugas Pers, Kepala Komunikasi dan juga menjadi penasihat Ferrari selama kiprahnya bersama pabrikan asal Italia itu.
“Bagi saya, Gozzi tak hanya sekedar sahabat. Dia juga sudah menjadi figur tim kami,†kata Presiden Ferrari, Luca di Montezemolo seperti dilansir GPUpdate, kemarin.
Diungkapkannya, banyak sekali kenangan bersamanya yang tak mungkin bisa dilupakan. Dari momen membicarakan mengenai pembalap dan mobil sampai merayakan sebuah kemenangan.
“Kami sudah banyak merasakan suka dan duka bersama-sama. Saya bangga dengan fakta bahwa dia dia dekat dengan saya. Apalagi ketika dia masih menjadi Direktur Olahraga di Ferrari,†ujarnya.
Sementara itu, kepala principal Ferrari Stefano Domenicali menyatakan turut berdukacita atas meninggalnya Gozzi. Namun, dian mengingatkan timnya untuk segera tampil sempurna di laga-laga tersisa musim ini. Pasalnya, menurut dia, kegagalan Ferarri meningkatkan performa mobil di dua dari empat seri balapan pertama akan menyulitkan pebalap menempati puncak klasemen di akhir musim.
“Pebalap andalan kami kini tertinggal 30 angka dari pemuncak klasemen (Sebastian Vettel). Tapi kami percaya akan kemampuan tim untuk berjuang sampai akhir,†katanya.
“Sejumlah kegagalan ini hanyalah permulaan. Yang penting kita harus menjadi sempurna pada semua divisi dalam tim ini. kalau itu tidak bisa dilakukan, maka musim ini akan berduka, mengakhiri musim tanpa mendapat gelar,†kata Domenicali.
Seperti diketahui, pebalap andalan Ferarri Fernando Alonso kini berada di posisi empat klasemen sementara. Puncak klasemen ditempati oleh pembalap tim Red Bull, Sebastian Vettel. Kimi Raikonen menyusul di bawahnya dengan jarak 10 poin. Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton berada di urutan ketiga dan hanya selisih 3 poin dari Alonso.
Pembalap berusia 31 tahun ini, finish di urutan kedua saat pembukaan musim ini di Australia. Tetapi pada balapan di Malaysia dan Bahrain beberapa pekan lalu, Ferrari mendapat masalah. Seharusnya Alonso masih bisa finish di urutan ketiga saat di Bahrain dan kelima ketika di Sirkuit Sepang, Malaysia. Tapi kecelakaan yang menimpanya membuat dia terhempas dan kehilangan 28 poin.
Di Malaysia, sayap mobilnya mengalami kerusakan saat putaran kedua ketika berada di belakang mobil Vettel. Hal ini menyebabkan Alonso keluar dari perlombaan. [Harian Rakyat Merdeka]