Berita

dahnil anzar simanjuntak

Pemerintah Jangan Kasih Keringanan Lagi, Freeport Harus Bangun Smelter

JUMAT, 26 APRIL 2013 | 07:11 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk memberikan keringanan kepada PT Freeport. Perusahaan tambang emas asal Amerika Serikat itu harus membangun smelter atau pabrik pengelolaan hasil tambang.

"Kewajiban membangun smelter mulai tahun 2014 nanti bagi industri pertambangan adalah kewajiban yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara," ujar ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak  pagi ini (Jumat, 26/4).

Pemberlakuan UU tersebut, adalah langkah positif bagi hilirisasi pertambangan di Indonesia demi masa depan ekonomi Indonesia yang lebih baik. Setidaknya, dengan pembangunan smelter, penyerapan tenaga kerja dan kegiatan ekonomi lokal Papua bisa semakin dinamis.


"Maka, ketika Freeport diberikan keringanan, padahal mereka mampu membangun Smelter, jelas tindakan ini menegasikan kedaulatan Indonesia. Undang-undang dilanggar sendiri oleh pemerintah karena tekanan pihak asing," tegas pengajar Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten ini.

Karena itu, Dahnil mendesak, Pemerintah harus berani bersikap tegas apabila Freepot tidak membangun smelter.

"Freeport selama ini tidak banyak memberi kebermanfaatan ekonomi bagi Indonesia khususnya Papua, bahkan Freeport menjadi simbol utama intevensi asing yang kuat pada kebijakan ekonomi Indonesia," tandas Dahnil. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya