Berita

Olahraga

Wagub DKI: Jangan Anggap May Day Itu Seram

RABU, 24 APRIL 2013 | 19:33 WIB | LAPORAN:

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Djahaja Purnama mengimbau kepada masyarakat agar berhenti memandang momen May Day yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2013 mendatang sebagai hari kericuhan para buruh.

Seperti diketahui, tiap awal bulan Mei para buruh dari seluruh wilayah di Jakarta sepakat melakukan aksi bersama menuntut hak mereka.

"May Day itu semacam perayaan Natal dan Idul Fitri, hari rayanya kita. Selama ini kita anggap May day itu seolah-olah sesuatu yang menyeramkan karena takut rusuh. Ini nanti akan kita ubah konsep tentang demo buruh agar tidak seperti itu lagi," ujar Basuki saat menggelar rapat May Day bersama Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit di Balaikota DKI, Jakarta, Rabu (24/4).


Basuki menjelaskan bahwa setiap warga negara, termasuk buruh tidak hanya berhak, namun wajib memperjuangkan hak hidupnya. Untuk itu, Basuki mendukung momen Mayday ini asal tidak berakhir anarkis.

"Kalau May Day dibatasi dan dilokalisir itu salah persepsinya itu. Mereka mau memperjuangkan haknya masa kita batasi? Harusnya kita dorong," katanya.

Agar kondisi tersebut dapat berjalan dengan lancar, pria yang akrab disapa ahok ini meminta kerja sama LKS Tripartit, aparat kepolisian dan TNI membantu mengamankan kegiatan orasi nanti. Tujuannya agar aksi May Day dapat berakhir damai tanpa kerusuhan. Ahok juga mengingatkan bahwa kerusuhan hanya akan merugikan seluruh warga Jakarta, terutama warga dari kalangan ekonomi bawah.

Menurut Ahok, aksi demo buruh menyampaikan aspirasinya akan dikumpulkan di Monas. Ahok berjanji tidak akan membatasi aksi tersebut. Namun, dia meminta agar demonstran tidak merusak taman di sekitar Monas. Para demonstran diberi kebebasan melakukan kegiatan apapun selama hari itu di satu titik saja yaitu Monas.

"Gubernur dituntut ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) saja saya dorong. Saya dukung kok. Kalau ribut orang susah makin susah. Seperti kerusuhan Mei 1998 dulu. Banyak buruh yang susah. Kalau orang kaya paling lari ke luar negeri semua. Makanya kali ini harus kita ubah persepsinya," katanya mantab.[wid]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya