Berita

DEMO WARGA PETUKANGAN SELATAN/RMOL

Olahraga

Jokowi Ogah Campuri Ganti Rugi JORR W2

RABU, 24 APRIL 2013 | 17:40 WIB | LAPORAN:

Pembicaraan antara Gubernur Joko Widodo dengan warga Petukangan Selatan mengenai masalah pembebasan lahan untuk proyek Jalan Tol Jakarta Ring Road West 2 (JORR W2) akhirnya membuahkan kesepakatan.

Namun Jokowi mengaku tak mau ikut campur lebih dalam mengenai penentuan uang ganti rugi pembebasan lahan tersebut.

"Saya hanya pengawasan dan tidak akan bergantung kepada hal-hal yang berbau ganti rugi. (Tahun) 2019, JORR ini selesai. Saya hanya ingin mengawasi saja dengan duduk tenang," ucapnya usai pertemuan dengan warga Petukangan Selatan di salah satu rumah makan di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.


Jokowi menjelaskan, proyek JORR W2 sudah lama mandeg karena krisis monoter pada tahun 1997. Tahun 2008, pengerjaannya dilanjutkan kembali.

"Sudah hampir lima tahun. Sekarang hampir selesai," ujarnya.

Jika nantinya rampung, lalu lintas kendaraan yang hendak menuju Sumatera tidak lagi melewati jalur dalam kota. Dengan begitu, kemacetan bisa dikurangi. Ia pun menekankan pentingnya proyek tersebut untuk kepentingan bersama. Oleh sebab itu, dia menginginkan agar musyawarah itu bisa mendapatkan solusi yang bermanfaat bagi semua warga Jakarta.

"Ini untuk kepentingan jutaan orang. Kami mengingatkan ini untuk kepentingan Jakarta dari Barat Ke Timur sebaliknya tanpa melewati pusat kota," terangnya.

"Tetapi saya juga tidak mau adanya dari warga yang melalukan provokasi," imbuhnya.

Seperti diketahui, lahan di Kelurahan Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan terkena proyek pembangunan jalan tol JORR W2 seluas dua hektar. Lahan tersebut terbagi menjadi 89 bidang. Sebelumnya warga telah melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Warga menang dalam gugatan tersebut, tetapi Pemprov DKI Jakarta selanjutnya mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Namun MA menolak permohonan kasasi yang tersebut dalam putusan kasasi nomor 283 K/TUN/2012.[wid]




Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya