Berita

Julian Aldrin Pasha

Wawancara

WAWANCARA

Julian Aldrin Pasha: Presiden Mendengarkan Setiap Masukan Mengenai Rencana Kenaikan Harga BBM

RABU, 24 APRIL 2013 | 09:23 WIB

Kebijakan apa pun nanti yang diambil pemerintah mengenai rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tentu melalui pembahasan yang cukup matang.

”Sudah dipikirkan segala kemungkinannya. Yang jelas, setiap kebijakan pasti ada yang tidak suka,’’ kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya;
  

  
Apakah SBY mendengarkan masukan-masukan soal rencana kenaikan harga BBM itu?
Ya. Pasti Pak SBY mendengarkan setiap masukan. Di kepemimpinan Pak SBY, pemerintah pernah menaikkan harga BBM dan juga menurunkan harga BBM. SBY sudah punya pengalaman seperti itu.

Tentu kalau ada pro-kontra mengenai pengurangan subsidi BBM adalah hal yang wajar. Memang ini tidak populis. Tapi yang jadi dasar pertimbangannya demi keselamatan ekonomi nasional dan keadilan. Maka masalah subsidi BBM ini akan ditinjau kembali.

Sudah sejauh mana penggodokannya?

Kematangan mengenai subsidi BBM ini sudah mengerucut. Masalah subsidi BBM ini sudah dibahas sejak di Bali, akhir Maret lalu.  Di situ Presiden mendengarkan masukan dari  Komite Ekonomi Nasional (KEN). Kemudian dalam rapat itu ada beberapa opsi yang dikemukakan.

Selain itu, Presiden juga mendengar masukan dari pihak lain, yakni dari Menteri ESDM dan hitungan dari Kementerian Keuangan terhadap penghematan yang bisa dilakukan. Hal ini kembali dilanjutkan dan dibicarakan di Istana Cipanas  dan dibahas lagi di sidang kabinet pekan lalu untuk mematangkannya.

Prosesnya sudah hampir selesai?
Ya, seperti itu. Ini proses yang terus dimatangkan, sehingga bila kebijakan itu diputuskan atau ditetapkan nanti menjadi sesuatu yang paling baik.

Kalau memang nanti ada kebijakan subsidi, maka akan dihitung secara cermat dan dikalkulasi mengenai dampak atau alokasi terhadap kebijakan subsisidi yang nantinya dilakukan.

 Bukankah masih ada yang menolak menaikkan harga BBM itu?

Setiap kebijakan tidak bisa memuaskan setiap orang, itu sudah pasti. Setiap kebijakan selalu ada konsekuensi plus minusnya. Tapi di sini mencari yang terbaik.

Dalam kebijakan BBM ini ada satu hal yang pasti dan jelas, yakni kebijakan itu didasarkan demi keselamatan ekonomi nasional dan keadilan. Kebijakan subsidi hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu dan pantas menerimanya.

Makanya pemerintah akan tinjau masalah subsidi ini, apakah sudah tepat atau masih perlu dikurangi atau bagaimana. Ini yang sedang digodok.

Apa harga BBM untuk mobil pribadi saja yang dinaikkan atau semuanya?

Kemungkinan-kemungkinan itu sedang dibahas. Ada beberapa opsi yang mengemuka dan itu akan mengerucut pada akhirnya. Tapi semua itu belum sampai pada keputusan.  

Kapan kira-kira diputuskan?

Tentu secepatnya. Saat ini prosesnya mulai mengerucut dan pilihannya sudah semakin terang.

Apakah program penghematan energi masih jalan?
Seharusnya program penghematan itu sudah menyatu tiap individu. Pemerintah hanya mengimbau agar masyarakat terus melakukan program penghematan itu.  [Harian Rakyat Merdeka] 

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya