Berita

Olahraga

Ahok: Warga Waduk Pluit Salah Paham

SELASA, 23 APRIL 2013 | 17:55 WIB | LAPORAN:

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Djahaja Purnama tetap akan melaksanakan proyek normalisasi Waduk Pluit, Jakarta Utara di tengah ancaman dan protes warga.

"Kemarin saya bertemu dengan dua warga sana (Pluit). Mereka kira waduk sisi timur akan segera dibongkar secepat waduk sisi barat. Kan pak Gubernur sudah bilang, sisi timur tidak mungkin dibongkar bila rusun belum selesai dibangun," kata Basuki di Balaikota, Jakarta (23/4).

Basuki menjelaskan, selama ini warga waduk Pluit salah paham dan tidak memahami rancangan kerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) terkait pembangunan rusun tersebut.
Pemprov baru akan membayar tanah seluas 2,2 hektar untuk membangun lima blok rusun baru. Namun, dia berharap pemilik tanah di area Waduk Pluit mau melepas tanah seluas empat hektar miliknya untuk dilokasikan sebagai tempat penampungan warga sementara selama rusun dalam proses pembangunan.

Pemprov baru akan membayar tanah seluas 2,2 hektar untuk membangun lima blok rusun baru. Namun, dia berharap pemilik tanah di area Waduk Pluit mau melepas tanah seluas empat hektar miliknya untuk dilokasikan sebagai tempat penampungan warga sementara selama rusun dalam proses pembangunan.

"Kita tawarin ke pemilik tanahnya untuk jual ke kita. Daripada dia bangun pelabuhan, ya nggak bisa dong pelabuhan mereka sebelahan dengan pelabuhan Sunda Kelapa. Tanahnya itu nantinya untuk menampung warga," katanya.

Ahok juga menyayangkan warga yang bersikap anarkis. Menurutnya, tindakan semacam itu tidak berdasarkan hukum karena lahan tersebut merupakan milik Pemprov DKI Jakarta. Sebelumnya, Basuki pernah membeberkan bahwa lahan di sisi kiri waduk Pluit diserobot dan diduduki orang berduit. Pemukiman yang digusur Pemprov DKI bukan rumah warga miskin tapi milik orang kaya.

Pria yang akrab disapa Ahok ini juga mengaku geram karena lahan yang seharusnya digunakan sebagai ruang terbuka hijau dialihfungsikan oleh oknum tertentu menjadi tempat tinggal.[wid] 

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Posko Kesehatan PLBN Skouw Beroperasi Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:03

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

Kapolri: 411 Jembatan Dibangun di Indonesia, Polda Riau Paling Banyak

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:47

Gibran Salat Id dan Halal Bihalal di Jakarta Bersama Prabowo

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:30

Bonus Atlet ASEAN Para Games Cair, Medali Emas Tembus Rp1 Miliar

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:05

Gibran Pantau Arus Mudik dari Command Center Jasa Marga

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:47

Pengusaha Kapal Minta SKB Lebih Fleksibel Atur Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:38

Pengiriman Pasukan RI ke Gaza Ditunda Imbas Perang Iran

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:25

Bias Layar: Serangan Aktivis KontraS Ancaman Demokrasi dan HAM

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:10

Istana Sebar Surat Edaran, Larang Menteri Open House Lebaran Mewah

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:06

Selengkapnya