Berita

REPUBLIK CEKO/IST

Dunia

Dubes Ceko: Chechnya Beda dengan Czech!

MINGGU, 21 APRIL 2013 | 15:46 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Duta Besar Republik Ceko untuk Amerika Serikat, Petr Gandalovic, merasa perlu mengklarifikasi nama negaranya kepada seluruh warga AS. Pasalnya sejak peristiwa pemboman di Boston, terjadi kesalahpahaman soal identitas pelaku yang diketahui berasal dari Chechnya.

Banyak warga AS tak bisa membedakan antara Chechnya dan Ceko (Czech) karena kesamaan penyebutan kedua entitas tersebut. Hasilnya, warga AS menyamakan Ceko dengan Chechnya sebagai pelaku teror di Boston.

"Republik Ceko dan Chechnya adalah dua entitas yang sangat berbeda," kata Gandalovic dalam siaran pers yang diposting di situs resmi kedutaannya, seperti dikutip AFP (Minggu, 21/4).


Republik Ceko, jelasnya, adalah negara Eropa Tengah, sedangkan Chechnya merupakan bagian dari Federasi Rusia. Ia juga menegaskan bahwa antara negaranya dengan AS telah terjalin kesepakatan guna memerangi terorisme.

"Republik Ceko adalah mitra aktif dan dapat diandalkan AS dalam perang melawan terorisme," tegasnya.

"Kami bertekad untuk berdiri berdampingan dengan sekutu kami (AS) dalam hal ini dan tidak ada keraguan tentang itu," tandasnya lagi. [ian]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya