Berita

Frank Lampard

Olahraga

Lampard Kritik Chelsea Yang Sering Pecat Pelatih

MINGGU, 21 APRIL 2013 | 08:14 WIB

.Gelandang senior Chelsea Frank Lampard angkat bicara perihal manajemen klub yang kerap gonta-ganti pelatih. Menurutnya, hal itu membuat performa The Blues tidak stabil dalam menjalani setiap musim kompetisi selama satu dekade terakhir.

Dia berharap, bila pemecatan Rafael benitez terjadi, tindakan itu merupakan kebijakan terakhir dilakukan manajemen klub. Meski begitu, Lampard menolak berspekulasi soal calon manajer Chelsea musim depan.

“Siapapun yang nantinya jadi bos di Stamford Bridge, saya ingin manajemen klub tidak cepat-cepat melakukan pemecatan,” katanya dilansir EuroSport.- com, kemarin.


Seperti diketahui, Chelsea merupakan klub di Premier League yang paling sering gonta-ganti pelatih dalam satu dekade terakhir. Setidaknya, ada 10 pergantian pelatih yang dilakukan pemilik Chelsea, Roman Abramovic.

Dari kesepuluh pelatih itu, hanya Roberto Di Matteo yang berhasil mengantar Chelsea menjuarai Liga Champions. Namun, pelatih asal Italia itu dipecat setelah menduduki jabatannya selama 262 hari.

Sebelumnya, Andre Villas Boas bertahan 256 hari, Avram Grant didepak setelah 247 hari dan Luiz Felipe Scolari yang cuma bekerja di Chelsea selama 223 hari.

Rafael Benitez yang mulai menangani Chelsea sejak pertengahan musim ini pun posisinya diyakini bakal digeser saat berakhirnya musim. Posisinya santer terdengar bakal diganti pelatih lama The Blues, Jose Mourinho yang kini tengah mengasuh Real Madrid.

“Tapi saya pikir, bukan hal yang tepat bila kita membicarakan pengganti Benitez di saat dia masih berada di posisinya saat ini, meskipun kita tahu posisinya dan apa yang terjadi di akhir musim.

Saya tahu orang membicarakan soal Mourinho yang akan kembali. Dia manager fantastis dan tak ada keraguan atas kemampuannya.”

Lampard juga meminta manajemen Chelsea untuk memberikan waktu yang cukup terhadap siapapun pelatih untuk mengembangkan potensi yang dipunya The Blues dan tidak terburu-buru mengambil keputusan melakukan pemecatan. “Akan sangat baik jika siapapun yang datang punya konsistensi dan terus bertahan di pekerjaannya.

Dan saya pikir akan lebih senang jika kami punya manajer yang bisa bertahan lebih dari setengah musim. Kami adalah klub pemenang. Musim lalu hampir jadi bencana buat kami, lalu kami memenangi Liga Champions dan itu menjadi musim terbaik yang kami miliki.” [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya