Berita

Gas Beracun Kawah Timbang di Banjarnegara Tidak Terdeteksi

SABTU, 20 APRIL 2013 | 07:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan gas beracun tidak terdeteksi di sekitar Kawah Timbang, Desa Sumberejo, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Berdasarkan laporan hasil pengukuran gas beracun di lapangan, tidak terdeteksi adanya gas beracun di sekitar Kawah Timbang, Jalan Dieng-Batur, dan Jalan Simpangan-Pekasiran," kata Kepala PVMBG Surono pagi ini Sabtu (21/4).

Pengukuran gas beracun tersebut, kata dia, dilakukan dua kali antara pukul 00.10-01.45 WIB. Selain itu, lanjut dia, gas beracun tidak terdeteksi di udara bebas di sepanjang Jalan Sumberejo-Kaliputih.


"Gas beracun juga tidak terdeteksi di udara bebas pada jarak 1 kilometer dan 1,5 kilometer sebelah selatan maupun barat daya Kawah Timbang," katanya, seperti dilansir Antara.

Berdasarkan pantauan visual, kata dia, tidak terjadi perubahan di Kawah Timbang dan tampak asap putih tipis hingga tebal yang dihembuskan dengan tekanan lemah mencapai ketinggian 50-100 meter. "Hembusan asap putih terlihat vertikal," katanya.

Menurut dia, pada radius 1.000-1.500 meter dari Kawah Timbang ke arah selatan, barat daya, dan barat tidak tercium bau belerang.

Terkait hal itu, kata dia, PVMBG merekomendasikan semua ruas jalan yang sebelumnya ditutup, dapat dibuka dan digunakan kembali.

"Semua pemukiman yang ditinggalkan masyarakat juga tidak terdapat gas beracun di udara bebas. Oleh karena itu, pengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing," katanya.

Oleh karena krisis kegempaan masih terjadi, PVMBG merekomendasikan agar tidak ada aktivitas dalam radius 1.000 meter dari Kawah Timbang.

Seperti diwartakan, PVMBG merekomendasikan ruas Jalan Dieng-Batur (jalan antarkabupaten) dan Jalan Simpangan-Pekasiran ditutup untuk sementara guna mengantisipasi kemungkinan adanya gas beracun seperti CO, CO2, dan H2S pascagempa yang terjadi pada Jumat (19/4), pukul 19.00 WIB.

Ruas jalan tersebut dapat dibuka kembali setelah Tim Tanggap Darurat PVMBG mengukur konsentrasi gas di tempat itu dan dan menyatakan tidak ada gas yang berbahaya bagi kehidupan serta ruas jalan aman digunakan.

Kepala PVMBG Surono mengatakan bahwa gempa yang terjadi di Dataran Tinggi Dieng pukul 19.00-19.25 WIB terekam sebanyak 86 kali dengan amplituda maksimum 10-100 milimeter (mm) dan lama gempa 10-70 detik.

Menurut dia, gempa tersebut terasa hampir di seluruh wilayah Dataran Tinggi Dieng dengan skala MMI III-V.

"Sampai laporan ini disampaikan, masih terekam adanya kejadian gempa bumi. Pukul 19.27-20.03 WIB, terekam 74 kali gempa dengan amplituda maksimum 10-100 mm dan lama gempa 5-30 detik," katanya.

Akibat gempa tersebut, warga Dusun Simbar, Desa Sumberejo, dan Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, dievakuasi ke dua lokasi pengungsian, yakni Balai Desa Batur untuk warga Dusun Simbar dan Balai Desa Gempol, Kecamatan Pejawaran, untuk warga Desa Pekasiran. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya