Berita

m. nasir

Kakak Kandung Nyaleg, Bukti Tambahan Adanya Deal Nazar-SBY Lengserkan Anas

SABTU, 20 APRIL 2013 | 06:39 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melarang keras menteri-menteri untuk tidak sibuk mengurus partai. Tapi faktanya, malah dia sendiri yang banyak terkuras waktu dan tenaga untuk mengurus partai terlebih setelah menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

"(SBY) juga menggunakan fasilitas negara, 'Istana' untuk berkomentar masalah partainya," ujar pengamat politik Martimus Amin (Sabtu, 20/4).

Tak hanya itu, seluruh menteri Demokrat seenaknya dicalonkan sebagai Caleg DPR RI. Sementara menteri dari PPP yang pernah disentilnya, tidak ada satupun mencalonkan diri sebagai Caleg.


"Konyolnya lagi, kendati sudah tidak menjabat sebagai Bendum PD dan kini mendekam di LP Cipinang dalam kasus korupsi, M Nazaruddin tetap punya pengaruh di mata SBY," jelasnya.

Karena berdasarkan pemberitaan media, Caleg sementara yang tengah digodok Majelis Tinggi Demokrat adalah kakak kandung Nazaruddin yakni M. Nasir yang mendapat nomor urut 1 DPR RI Dapil Riau. Padahal M. Nasir banyak memiliki masalah hukum kasus-kasus korupsi, seperti pernah ramai diberitakan.

"Apakah lolosnya Caleg asal Keluarga eks bendum PD ini, sekaligus jawaban menguak misteri hukum atas prahara Partai Demokrat yang terjadi selama ini," ungkapnya.

"Bargaining atas nyanyiannya bagian operasi pelengseran dan penetapan Anas Urbaningrum sebagai tersangka. Serta membisunya ia (Nazaruddin) seribu bahasa dalam mengungkap penerimaan dana haram oleh Ibas dan Ani Yudhoyono," tandas peneliti senior di Indonesian Reform Institute ini. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya