Berita

ilustrasi

Olahraga

SEA GAMES 2013

Tenis Meja Semakin Tidak Fokus

JUMAT, 19 APRIL 2013 | 06:42 WIB

Manajer Tim Nasional Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Peter Layardi khawatir kasus hukum yang menimpanya akan mengganggu persiapan atlet yang akan diturunkan pada beberapa kejuaraan internasional, termasuk SEA Games 2013.

"Jika proses hukum ini berjalan maka saya tidak bisa lagi mengawal timnas termasuk persiapan di SEA Games Myanmar. Pasti butuh waktu menyelesaikan hal ini. Padahal hampir semua persiapan atlet saya yang siapkan," kata Peter Layardi di Kantor PB PTMSI Senayan, Jakarta kemarin.

Dalam beberapa bulan kedepan, PB PTMSI telah mengagendakan untuk mengirim atletnya mengikuti kejuaraan internasional diantaranya kejuaraan junior di Bangkok 4-8 Mei, Kejuaraan Dunia Tenis Meja di Prancis, 12-21 Mei dan puncaknya SEA Games Myanmar akhir tahun mendatang.


Seperti diketahui, Peter  tersandung masalah hukum setelah dilaporkan ke Mabes Polri oleh mantan Wakil Sekjen PB PTMSI Irianti Marina Waroka dengan tuduhan penghinaan, pengancaman dan perbuatan tidak menyenangkan.

Kasus itu bermula saat Peter mengikuti Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) PB PTMSI di Balai Kota Solo pada September 2012. Kala itu, Peter dituding sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas kericuhan yang terjadi dalam sidang.

Namun, mantan sekretaris Komite Penyelamat Tenis Meja Indonesia (KPTMI) ini menolak disebut sebagai biang kerok. Sebab, saat kericuhan sedang terjadi, Peter masih berada di Hotel Agas, tempat menginap.

Dia menilai kasus tersebut penuh rekayasa mengingat langsung ditangani Mabes Polri. "Saya menilai laporannya salah alamat. Semestinya bukan ke Mabes Polri, melainkan Polresta Solo karena TKP berada di sana. Tapi saya merasa tidak bersalah apa-apa karena tak tahu keributan dalam Munas," kata Peter.

Sementara itu Kuasa Hukum Peter Layardi, Boy Nurdin menilai kasus yang dihadapi oleh kliennya banyak mengalami kejanggalan, termasuk terjadi diskriminasi dalam penyidikan. Salah satu kejanggalan itu adalah masalah pemeriksanaan saksi-saksi.

"Saksi-saksi yang meringankan klien kami tidak dipanggil. Ini patut diduga ada kejanggalan dan kekeliruan sehingga sangat merugikan klien kami baik secara moril maupun materiil," tegasnya. [zul]

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Posko Kesehatan PLBN Skouw Beroperasi Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:03

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

Kapolri: 411 Jembatan Dibangun di Indonesia, Polda Riau Paling Banyak

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:47

Gibran Salat Id dan Halal Bihalal di Jakarta Bersama Prabowo

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:30

Bonus Atlet ASEAN Para Games Cair, Medali Emas Tembus Rp1 Miliar

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:05

Gibran Pantau Arus Mudik dari Command Center Jasa Marga

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:47

Pengusaha Kapal Minta SKB Lebih Fleksibel Atur Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:38

Pengiriman Pasukan RI ke Gaza Ditunda Imbas Perang Iran

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:25

Bias Layar: Serangan Aktivis KontraS Ancaman Demokrasi dan HAM

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:10

Istana Sebar Surat Edaran, Larang Menteri Open House Lebaran Mewah

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:06

Selengkapnya