Berita

JOKO WIDODO/IST

Olahraga

Jokowi Tak Setuju UN Jadi Penentu Kelulusan

KAMIS, 18 APRIL 2013 | 17:54 WIB | LAPORAN:

Pemerintah pusat sebaiknya mengkaji kembali makna dari pelaksanaan program tahunan Ujian Nasional bagi pelajar.

"Saya hanya menyampaikan ini suara yang ada di anak-anak itu seperti itu. Mereka belajar sekian tahun hanya ditentukan 3-4 hari. Itu saja sudah. Mestinya penilaian itu kan ada proses, dilihat prosesnya dari waktu ke waktu. Jangan hanya dalam waktu empat hari ditentukan," papar Gubernur Joko Widodo  Jokowi usai menghadiri acara dialog antar pelajar pasca UN di Gelanggang Olahraga, Bulungan, Jakarta Selatan, Kamis (18/4).

Kalau pun program UN ke depannya mesti ditiadakan, kata Joko menekankan, kebijakan itu merupakan tanggung jawab dari pemerintah pusat.


"Saya kira UN ini penting tapi dalam rangka tadi melihat level daerah mana yang perlu disuntik dan daerah mana yang perlu dibenahi. Saya kira itu memang diperlukan, tapi bukan untuk kepentingan yang seperti kita lihat sekarang," tambahnya.

Ia pribadi justru lebih memilih untuk tidak menggunakan UN sebagai penentu dari proses pembelajaran siswa. Kendati diakuinya sebagai pemangku pemerintahan di tingkat provinsi harus mengikuti kebijakan yang telah dibuat oleh pusat.

"Iya tadi kan sudah saya sampaikan kalau saya pribadi tidak ikut UN, ini hanya kebijakan pusat jadi harus kita ikuti," ujarnya.

Lebih lanjut gubernur yang akrab disapa Jokowi itu juga menekankan pentingnya komunikasi antara siswa dan guru termasuk dengan para pemangku kebijakan. Diharapkan melalui dialog dapat terbangun sinergitas dengan kebijakan yang dibuat.

"Kadang-kadang kebijakan kita dan yang diinginkan anak-anak susah sekali, justru itu pertemuan-pertemuan seperti ini penting agar sambung,"

"Seperti tadi masalah UN, itu buat anak-anak betul-betul masalah sehingga mestinya ini kita perlu mengkaji kembali mengevaluasi kembali, mengkoreksi kembali," kata Jokowi kembali.[wid]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya