Berita

Formula 1 musim 2013

Olahraga

Isu Pelanggaran HAM Bikin Sponsor Kabur

Jelang GP F1 Bahrain
KAMIS, 18 APRIL 2013 | 08:06 WIB

Pemerintah Bahrain memastikan penyelenggaraan Formula 1 musim 2013 Grand Prix Bahrain  tidak akan terganggu dengan aksi protes massa. Hal Itu juga diamini bos Formula One, Bernie Ecclestonen yang meyakini balapan akan berjalan sukses.

GP Bahrain sempat terhenti tahun lalu setelah aksi protes yang menuntut diberlakukannya pemerintahan yang lebih demokratis dan berujung pada tewasnya 35 orang warga sipil. Pihak Federasi Otomotif Internasional (FIA) sejauh ini juga belum berkeinginan untuk menghentikan balapan itu.

Grand Prix Bahrain dijadwalkan akan berlangsung akhir pekan ini. Namun, protes serta reaksi negatif warga Bahrain terhadap penyelenggaraan F1 justru semakin gencar. Banyak hal yang melatarbelakangi tuntutan boikot F1 di Bahrain.


Dilansir Independent.co, Selasa lalu, saat sirkuit dibangun, ratusan warga desa mengadakan aksi massa karena menganggap mereka jadi korban akibat kuasa kapitalis. Mereka juga diserang bahkan dilukai Kepolisian Bahrain saat mencoba mempertahankan desanya. Parahnya, penyerangan yang dilakukan polisi juga menggunakan bom serta gas air mata.

“Tidak hanya itu, hingga saat ini kepolisian Bahrain masih melakukan pengamanan yang menciptakan rasa takut di pemukiman dekat area sirkuit,” ujar Yousif Al Muhafda, juru bicara Bahrain Center of Human Rights.

Kondisi ini juga ditanggapi bekas juara dunia F1, Damon Hill. “Kami ingin menikmati F1, banyak hal positif yang bisa diambil dari balapan. Jadi berhentilah menyerang sesama. Saya tidak akan berangkat ke Bahrain jika warga Bahrain masih diperlakukan dengan buruk.”

Sementara itu, isu pelanggaran HAM juga membuat beberapa sponsor menarik kembali kerjasama mereka. Vodafone misalnya, mereka mencabut kembali sponsorship GP Bahrain setelah mengetahui apa yang terjadi di sana.  [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya