Berita

Yenny Wahid

Wawancara

WAWANCARA

Yenny Wahid: Kalau Kader Kami Masuk PKB Saya Durhaka Sama Orangtua

KAMIS, 18 APRIL 2013 | 08:43 WIB

Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa dan Indonesia Baru (PKBIB) Yenny Wahid melarang kader-kadernya bergabung ke PKB dan PKS.

“Silakan bergabung ke partai mana saja, asalkan jangan bergabung ke PKB dan PKS,’’ tegas Yenny Wahid kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Bahkan, lanjut putri Gus Dur itu, pihaknya akan memfasilitasi kader PKBIB agar bergabung ke partai lain. Yang penting jangan bergabung ke PKB dan PKS.  
“Saya durhaka sama orangtua bila saya izinkan kader PKBIB bergabung ke PKB,’’ ujarnya.

“Saya durhaka sama orangtua bila saya izinkan kader PKBIB bergabung ke PKB,’’ ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kenapa sampai durhaka?
Gus Dur dulu kan pernah dilengserkan melalui Muktamar PKB di Ancol. Ini yang ingin kita ubah. Proses ini harus dibatalkan dulu. Tentunya melalui muktamar. Kalau itu tidak dibatalkan, saya durhaka dengan orangtua. Masyarakat yang akan memberikan hukuman dan penilaian. Masak ada partai yang bisa dan tega mengusir pendirinya sendiri. Saya menilai apa masih layak untuk dicoblos partai itu.

Sampai kapan larangan itu diberlakukan?
Selama PKB belum mau mengakui Gus Dur sebagai ketua umum Dewan Syuro PKB dan kehormatan Gus Dur tidak dikembalikan melalui Muktamar PKB.

Maka saya tidak bisa bergabung dengan PKB. Kehormatan orangtua saya sangat penting. Saya berpolitik tidak cari posisi.

Bukankah kalau Anda masuk PKB  bisa mengubah itu?
Mereka yang harus ubah itu, bukan saya. Sebab, mereka yang mengusir pendirinya sendiri.

Bagaimana dengan PKS, kenapa dilarang masuk partai itu?

Kalau PKS jelas berhubungan dengan visi dan misi politik kebangsaan yang memang menjadi landasan PKBIB. Kami perjuangkan kepentingan umat Islam agar Ahlusunnah Wal Jamaah. Partai-partai yang tidak usung ideologi politik berbasis Ahlusunnah Wal Jamaah tidak jadi pilihan politik bagi kami.

Lalu kenapa Anda menolak tawaran SBY?
Bahasanya bukan menolak begitu, saya memilih tetap berada di PKBIB. Sebelumnya Pak SBY memang meminta saya masuk Partai Demokrat. Tawaran dari Demokrat datang agak terlambat.

Yang menjadi pertimbangan saya, banyak kader PKBIB yang sudah telanjur memproses pencalegan di partai lain. Kalau saya berada di Partai Demokrat, tentu saya tidak bisa mengayomi kader-kader saya di partai lain itu.

Apa tanggapan SBY?
Tidak apa-apa. Saya sudah komunikasikan ini. Saya hormat sekali dengan beliau. Terima kasih saya ucapkan kepada Pak SBY atas tawaran yang diberikan kepada saya. Beliau sangat memahaminya kok.

Apa lagi alasannya?
Selain itu, Ibu saya mendengar saya mau ditarik masuk Demokrat dan meminta saya agar melakukan konsultasi dengan sembilan ulama besar di Jawa.

Siapa saja sembilan ulama itu?

Saya tidak bisa sebut nama. Tapi secara geografis kiai-kiai itu berasal dari Madura, Banyuwangi, Jawa Tengah, Surabaya, Sidoarjo, Jawa Barat, dan lainnya.

Hasil pertemuannya apa?

Para kiai meminta saya untuk tetap berada di luar struktur partai mana pun.

Ada yang menilai Anda menolak masuk Demokrat karena tidak mendapat posisi, apa benar?
Kami tidak bicarakan masalah posisi. Saya beberapa kali bertemu dengan Pak SBY. Tidak pernah berbicara soal posisi. Sekali lagi, keputusan saya masuk atau tidak ke Demokrat bukan ditentukan posisi. Ada banyak prinsip lain yang jadi dasar, apa kami perlu bergabung atau tidak dengan parpol lain.

Bagi kami, posisi itu bukan tujuan utama berpolitik. Tapi tujuannya sebagai alat perjuangan untuk membela masyarakat. Pada saat ini alat perjuangan bermacam-macam.

Bagaimana  dengan kiai NU yang ikut Demokrat?

Tidak hanya di Partai Demokrat, kiai NU itu kan banyak sekali. Ada juga di Gerindra, PPP dan partai lainnya. Prinsip yang kami anut, kita tidak kemana-mana. Tapi ada dimana-mana.

Kalau tidak bergabung ke partai, bagaimana menyampaikan aspirasi?
Kami akan hidupkan ormas yang dulu pernah dibentuk Gus Dur, yakni Gerakan Kebangkitan Rakyat. Dengan ormas itu, kami menampung dan menyampaikan aspirasi kami nanti. Termasuk untuk memberikan masukan-masukan ke parpol manapun dalam mengusung capres 2014.

Kami memiliki visi yang taktis dalam perjuangan ke depan. Kami tetap akan memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan.
 
PKBIB juga akan terus diupayakan menjadi peserta Pemilu 2019. Kami terus melakukan konsolidasi, supaya partai ini terus berkiprah dalam politik di Indonesia. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya