Berita

ilustrasi/ist

Politik

Tekan Subsidi BBM Lewat Penyesuaian Harga Tak Akan Maksimal

RABU, 17 APRIL 2013 | 20:03 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Rencana pemerintah menerapkan penyesuaian harga untuk kendaraan plat hitam tidak akan berjalan maksimal untuk menekan subsidi BBM, jika tidak dibarengi dengan pengendalian pembelian BBM oleh kendaran plat kuning dan sepeda motor.

"Saat ini jumlah kendaraan sepeda motor sudah mencapai 68,8juta unit. Belum lagi, jumlah kendaraan plat kuning. Harus ditetapkan jatah maksimal yang diperuntukan bagi jenis kendaraan itu," kata Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/3).

Selain itu dia mengatakan, sebaiknya pemerintah juga menjual BBM dengan RON 90 bagi kendaraan plat Hitam. Sehingga walau harga BBM dinaikan tetapi tetap ada nilai plus. Apalagi, BBM RON 90 lebih baik daripada RON 88 yang dikhususkan bagi sepeda motor dan kendaraan plat kuning.


"Bagi masyarakat jika premium RON 90 harganya ditetapkan dikisaran Rp 8.000 perliter atau subsidi maksimal hanya sebesar Rp 1.000 perliter, akan dapat diterima oleh kelompok ini, ketimbang membuat kebijakan menjual BBM bersubsidi dengan RON yang sama, tetapi dengan harga berbeda," ujarnya.

Sepanjang premium yang dijual kepada kendaraan plat hitam jenis RON yang berbeda dari RON pada BBM yang diperuntukan bagi sepeda motor dan kendaraan plat kuning. Menurut dia, masyarakat pemilik kendaraan plat hitam akan memakluminya sehingga tidak melukai rasa keadilan bagi mereka.

Sofyano menambahkan, pemerintah harus mensosialisasikan, bahwa tetap memberikan subsidi bagi pemilik kendaraan plat hitam, sebagai sikap tetap berpihak kepada setiap masyarakat di negeri ini.

"Penggunaan alat dan teknologi seperti RFID (alat kontrol pembelian BBM bersubsidi) mutlak harus dilakukan agar tidak terjadi masalah jika pembatasan dilakukan oleh manusia atau petugas SPBU," katanya.

Bendahara Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bayu Priawan Djokosoetono mengatakan, pihaknya lebih memilih BBM dinaikan serentak dibandingkan dengan menjual dua harga BBM.

"Saya tidak setuju karena akan menimbulkan masalah, sebaiknya dinaikan saja sedikit tapi dampaknya besar bagi negara," katanya disela-sela acara persiapan Indonesia Young Leader Forum (IYLF).  

Dia bilang, sebaiknya anggaran subsidi yang dicabut itu dialokasikan untuk sektor yang lebih memberikan manfaat seperti pembangunan infrastruktur, pembangkit tenaga listrik, transportasi dan subsidi pertanian. Menurutnya, kenaikan akan memberikan kepastian kepada pengusaha.

"Saat ini infrastruktur kita belum maksimal, diharapkan dengan dicabutnya subsidi BBM akan meningkatkan pembangunan infrastruktur dalam negeri," katanya.

Apalagi, sebentar lagi Indonesia harus menghadapi Asean Economy Community (AEC) pada 2015. Di sana pemerintah harus bisa bersaing dengan negara-negara Asean lainnya.  [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya