Berita

DEMO PANJAT TOWER/RMOL

Olahraga

Sudah 4 Kali Fransiscus Manjat Tower, SBY Tetap Cuek

RABU, 17 APRIL 2013 | 17:21 WIB | LAPORAN:

Bukan kali pertama, Agustinus Fransiscus Woworuly memanjat tower saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet). Terhitung sudah empat kali pria asal Flores, Nusa Tenggara Timur itu melancarkan aksi nekatnya dalam kurun waktu dua bulan belakangan.

Terakhir pada 1 Februari 2013 lalu, ia pernah bikin heboh para pengendara yang melintas dengan memanjat tower sutet setinggi 20 meter yang berada di seberang Jakarta Convention Centre (JCC), Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.  

Saat itu Fransiscus menuntut penolakan pembangunan hunian di atas sungai termasuk bantuan hukum atas praktik pemerkosaan hukum oleh investor asing kepada Komnas HAM dan DPR RI. Ia juga sempat melempar sebundel berkas tentang empat kasus pencaplokan lahan di Surabaya. Salah seorang Komisi III DPR, termasuk dari Komnas HAM pun sempat berusaha memintanya turun.


Kali ini, aksi nekatnya memanjat tower sutet di depan Pasar Senen, Jakarta Pusat ditengarai terkait masalah ganti rugi atas lahan milik warga Kampung Ngada, Kelurahan Toda, Kecamatan Golewa, Flores yang dicaplok akibat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Uap (PLTUP) sejak tahun 2005.

Menurut Maria, rekan sekampung Fransiscus yang telah berada di area tower depan Pasar Senen sejak Senin (15/4) kemarin, selama ini ganti  rugi yang diterima warga Ngada dari pihak PLN dan Pemda setempat dinilai jauh dari harapan, yakni Rp 15 juta per kepala keluarga. Permasalahan ini juga telah diutarakan Maria langsung kepada mantan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan saat kemarin melihat kondisi Fransiscus dari bawah tower.

Bahkan, lanjut Maria, keluarga Fransiscus telah mengadukan nasibnya kepada Presiden SBY di Istana Negara pada 19 Agustus 2012 lalu. Sayang, hingga kini tidak ada respon balik. Pemerintah dalam hal ini Presiden SBY, menurutnya, terkesan jelas mengabaikan keluhan rakyatnya.[wid]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya