Berita

ilustrasi

KECELAKAAN LION AIR

Seorang Korban Alami Patah Tulang Leher

SABTU, 13 APRIL 2013 | 18:17 WIB

Sebagian korban luka-luka kecelakaan pesawat Lion Air Boeing 737-800 nomor penerbangan JT 904 di ujung landasan pacu Bandara Ngurah Rai, Bali, dirawat di Rumah Sakit Kasih Ibu, Kedonganan, Kuta.

Terakhir dilaporkan, sedikitnya ada 29 korban luka-luka menjalani perawatan secara intensif di RS tersbeut.

Dewi, petugas penerimaan pasien RS Kedonganan, mengatakan, sebagian dari penumpang yang menjadi korban dalam musibah tersebut mengalami patah tulang dan trauma.


Seorang penumpang bernama Ketut Manis (45) mengalami patah tulang leher. Pria yang bekerja di sebuah hotel di kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung, itu harus menjalani CT-Scan untuk mengetahui kondisinya.

"Sampai saat ini kami masih menunggu hasil CT-Scan kakak saya," kata Ketut Yadi Sarmoko, kakak ipar korban.

Ia mengetahui pesawat Lion Air tergelincir di Pantai Segara itu dari pesawat televisi.

"Saya tahu dia menumpang pesawat itu karena habis mengikuti pertemuan dengan pemimpin perusahaannya di Bandung," ucapnya

Lusiana (26) juga menjalani perawatan di rumah sakit itu bersama anaknya, Fadil (8) yang mengalami luka-luka.

"Saya mau main ke rumah teman saya di Bali," ungkap Lusiana.

Sementara itu, Tina Lestiana mengalami trauma akibat musibah yang dialaminya. Perempuan itu dalam kondisi hamil dan dibawa ke RS Kasih Ibu untuk mengetahui kondisi janinnya.

Hingga saat ini RS Kasih Ibu ramai oleh lalu lalang petugas kesehatan yang menerima korban kecelakaan pesawat. Beberapa anggota keluarga korban juga berdatangan di rumah sakit yang berjarak sekitar 6 kilometer dari Bandara Ngurah Rai itu.

Bagian belakang pesawat yang tinggal landas dari Bandara Hussein Sastranegara, Bandung, pada pukul 12.48 WIB itu, terbelah dan mengapung di Pantai Segara, Kuta.

Tidak ada korban meninggal dunia dalam musibah dengan nomor penerbangan JT-904 itu. Seluruh penumpang dan awak berhasil dievakuasi oleh nelayan, petugas SAR, dan petugas Polda Bali. [ant/ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya