Berita

rizal ramli DI KPK/RMOL

Politik

Rizal Ramli: Negara Masih Bayar Bunga BLBI Rp 60 Triliun Tiap Tahun

JUMAT, 12 APRIL 2013 | 17:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Menko Perekonomian DR. Rizal Ramli mengaku siap membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntaskan penyimpangan megaskandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Menurut dia, hingga kini negara masih membayarkan bunga obligasi BLBI itu sekitar Rp 60 triliun per tahun.

"Perlu diketahui negara masih membayar bunga subsidi BLBI sekitar Rp 60 triliun per tahun. Itu masih harus dibayar untuk 20 tahun mendatang," ujar RR, sapaan akrab dia, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (12/4).

RR berada di kantor KPK guna memenuhi panggilan lembaga superbody itu untuk diimintai keterangan terkait penyelidikan atas penyelewengan megaskandal BLBI. Menurut dia, KPK harus mengungkapkan kasus ini seterang-terangnya sehingga kerugian akibat pemberian bantuan pinjaman BI kepada bank-bank yang mengalami masalah likuiditas tersebut bisa dikembalikan kepada negara.


Lebih jauh penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa Bangsa itu mempermasalahkan masih berlanjutnya subsidi yang diberikan negara terhadap para obligator penerima bantuan BLBI, sementara subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM), yang keberadaannya bersentuhan langsung dengan rakyat sering dipermasalahkan oleh pemerintah.

"Kita kan masih ramaian subsidi BBM buat rakyat dan segalam macam, kok subsidi terhadap bunga BLBI masih berlanjut. Saya kira perlu diluruskan supaya adil lah. Jangan bangkir-bangkir kaya yang terus disubsidi, sementara rakyat dipaksa untuk menerima kenaikan BBM," demikian RR, ketua Aliansi Rakyat Untuk Perubahan (ARUP).[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya