Berita

Dunia

Venezuela Peringati Kudeta Gagal Carmona

KAMIS, 11 APRIL 2013 | 21:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Hari ini sebelas tahun yang lalu, Pedro Carmona yang didukung kelompok penguasa dan militer pro Amerika Serikat berusaha merebut kekuasaan dan menggusur Presiden Venezuela Hugo Chavez dari Istana Miraflores.

Tetapi Carmona dan kelompoknya kalah cerdik. Chavez sudah lebih dahulu mencium upaya kudeta itu, dan diam-diam menyimpan pasukan khusus di lantai bawah tanah istana.

Carmona hanya mampu merebut kekuasaan kurang dari dua hari. Di jam ke-47 Ketua Fedecamaras (semacam Kamar Dagang dan Industri) Venezuela itu mengaku kalah.


Pasukan Pengawal Presiden merebut Istana Miraflores dari tangan kelompok militer yang mendukung kudeta Carmona tanpa melepaskan satu butir peluru pun. Sementara polisi yang sudah disusupi pendukung Carmona tak mampu membendung kekuatan masyarakat sipil pendukung Hugo Chavez yang merengsek Caracas.

Kepala negara-negara Amerika Latin yang sedang berkumpul di San Jose, Costa Rica ketika itu, mengecam keras kudeta Carmona dan menolak mengakui pemerintahannya. Amerika Serikat dan Spanyol sempat memberikan dukungan. Namun setelah Carmona mengibarkan bendera putih, kedua negara itu berbalik mengecam kudeta itu.

Setelah Carmona takluk, Hugo Chavez kembali berkuasa. Majelis Nasional Venezuela dan Mahkamah Agung yang sempat dibekukan Carmona kembali berfungsi. Begitu juga dengan Konstitusi 1999 yang dibekukan Carmona kembali menjadi dasar negara.

Carmona dan sekitar 60 tokoh yang terlibat dalam pemberontakan itu dipenjara. Di bulan Desember 2007, Chavez mengampuni dan membebaskan mereka dari hukuman.

Peristiwa pemberontakan gagal Carmona itu dikenang oleh rakyat Venezuela sebagai salah peristiwa penting dalam sejarah Venezuela modern.

"Peristiwa itu memperlihatkan bahwa negara-negara imperialis tidak pernah berhenti berupaya menguasai kami," ujar Duta Besar Venezuela, Dawin Tavor, di Kedubes Venezuela di Menara Mulia, Jakarta, Kamis siang (11/4).

Seperti di negara-negara lain, kantor perwakilan Venezuela di Jakarta juga menggelar oerayaan sederhana untuk memperingati kudeta gagal itu. Di Venezuela, katanya, sampai tanggal 13 April nanti akan diselengarakan berbagai festival. Sehari setelah itu rakyat Venezuela akan memberikan suara dalam pemilihan presiden.

"Sampai kini pun upaya untuk menguasai Venezuela dengan menggunakan kekuatan oposisi terus mereka lakukan," Dubes Tavor lagi. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya