Berita

ilustrasi

Dari 560 Anggota DPR, hanya 333 yang Hadiri Rapat Paripurna

KAMIS, 11 APRIL 2013 | 11:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

DPR RI menggelar Rapat Paripurna ke-20 hari ini (Kamis, 11/4), di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara II Paripurna, Lantai 3, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Rapat Paripurna ini dijadwalkan pukul 10.00 WIB, namun baru dimulai pukul 10.45 WIB karena menunggu anggota Dewan agar kuorum, minimal 281 anggota hadir.

Dari 560 anggota Dewan, hanya 333 yang hadir dengan perincian sebagai berikut.


Fraksi Partai Demokrat 89 anggota dari 148;
Fraksi Golkar 65 anggota dari 106;
Fraksi PDIP 53 anggota dari 94;
Fraksi PKS 36 anggota dari 57;
Fraksi PAN 30 Anggota 46;
Fraksi PPP 17 anggota 38;
Fraksi PKB 12 anggota 28;
Fraksi Gerindra 16 Anggota 26;
Fraksi Hanura 11 Anggota 17.

"Dengan jumlah anggota yang hadir, rapat telah mencapai kuorum. Saya buka rapat paripurna pada hari ini," ujar pimpinan Pramono Anung ketika membuka rapat.

Empat agenda Paripurna hari ini. Yaitu:

Pertama, pembicaraan Tingkat II/Pengambilan Keputusan terhadap RUU tentang Pengesahan Nagoya Protocol on Access to Genetic Resources and the Fair and Equitable to the Convention on Biological Diversity (Nagoya Protokol Nayoya tentang Akses pada Sumber Daya Genetik dan Pembagian Keuntungan yang Adil dan Seimbang yang Timbul dari Pemanfaatannya atas Konvensi Keanekaragaman Hayati).

Kedua, Pembicaraan Tk.II/Pengambilan Keputusan terhadap RUU tentang Pengesahan Rotterdam Convention on the Prior Informed Consent Procedure for Certain Hazardous Chemicals and Pesticides in International Trade (Konvensi Rotterdam tentang Prosedur Persetujuan atas Dasar Informasi Awal untuk Bahan Kimia dan Pestisida Berbahaya Tertentu dalam Perdagangan Internasional).

Ketiga, Laporan Badan Kehormatan DPR RI mengenai Perkara Etik Badan Kehormatan RI.

Keempat, pendapat fraksi-fraksi dan pengambilan keputusan terhadap RUU Usul Inisiatif Baleg DPR RI tentang Pengakuan dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat menjadi RUU DPR RI. [zul]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya