. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dikenal sebagai partai islam atau partai dakwah, ingin mengubah citra menjadi partai terbuka.
Demi mewujudkan pencitraan itu, PKS rela membuka pintu bagi kalangan non-muslim untuk bergabung dalam daftar bakal calon legislatif.
"Kami sudah mulai membuka diri. Misalnya di Bali, bahkan kemarin sudah masuk (daftar DCS). Tapi, saat dikonfirmasi, yang bersangkutan mengundurkan diri," ujar Sekretaris Jenderal DPP PKS M. Taufik Ridho dalam jumpa pers di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/4).
Meski demikian, PKS tetap memilih kader yang beragama Islam untuk masuk daftar bakal caleg DPR-RI. Hanya di tingkat daerah PKS membuka diri bagi masyarakat non-muslim yang hendak maju ke DPRD atau di Pilkada.
"Untuk DPR itu mayoritas kader. Tapi, untuk provinsi dan kabupaten kota, misal daerah Toraja dan Minahasa, calon dari non-muslim banyak di sana," papar dia.
Di Papua, daerah yang mayoritas warganya non muslim, PKS telah menerima anggota partai dari kalangan non-muslim.
"Kami terbuka, karena dalam politik mereka harus perjuangkan aspirasi masyarakat. Sementara mereka mayoritas non muslim, mereka harus perjuangkan itu tapi tetap dalam bingkai PKS," pungkasnya.
PKS akan mendaftarkan seluruh daftar caleg sementara ke KPU pada Kamis lusa (11/4).
[ald]