Berita

Istimewa/ist

Dahlan Iskan : Adhi Karya Jangan Nunggu Perpres Saja

SENIN, 08 APRIL 2013 | 19:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

.Menteri BUMN, Dahlan Iskan mengemukakan bahwa ada cara lain untuk mempercepat pembangunan moda transportasi massal, monorel di wilayah Jakarta.

"Cobalah cari akal, ada kok caranya. Tapi direksi Adhi Karya tetap percaya bahwa Perpres akan keluar dan prosesnya akan keluar," ujar Dahlan Iskan di Gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/4).

Jelas Dahlan, alternatif itu memang agak radikal, karena harus melalui tiga wilayah untuk mengurus izin di masing-masing wilayah.


"Pembangunan monorel ini menyangkut tiga wilayah yaitu Jakarta, Bekasi, dan Bogor. Izinnya langsung diurus ke Gubernur Jakarta, Bupati Bogor dan Bekasi dan meminta mereka untuk segera membangun wilayahnya masing-masing," ujarnya.

Bekas Dirut PLN ini meyakini bahwa cara radikal tersebut bisa menerobos sistem birokrasi Indonesia yang terkenal lambat. Ia juga mengimbau agar pimpinan Adhi Karya tidak hanya menunggu Perpres dikeluarkan. Melainkan, mencari jalan keluar alternatif.

"Kalau semuanya nunggu Perpres artinya membebani Pak Presiden terus dong. Coba cari cara lain saja. Nanti tidak jalan-jalan (pembangunan monorel)," tandas Dahlan.

Sebelumnya, Direktur Utama PT.Adhi Karya, Kiswodarmawan menyatakan, berkas Perpres yang diusulkan sudah ada di tangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, untuk kemudian dikirimkan ke Kementerian Sekretaris Negara. Kiswo berharap perpres tersebut bisa diselesaikan secepatnya sehingga pihaknya mempunyai payung hukum, dan dapat segera mengeksekusi pengerjaan monorel di luar Jakarta. Jika Perpres tersebut dapat segera dikeluarkan, maka persiapan pembangunan proyek monorel tahap satu dari Bekasi - Cibubur - Kuningan bisa selesai di akhir tahun ini.[trg]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya