Berita

Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan

Olahraga

Ganda Putra Lakoni All Indonesia Final

Australia Open Grand Prix Gold 2013
MINGGU, 07 APRIL 2013 | 09:31 WIB

Pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan memastikan Merah Putih merebut satu gelar di Australia Open Grand Prix Gold 2013. Itu didapat setelah mereka mengalahkan Mohd Zakry Abdul Latif/Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari dari Malaysia dengan 21-18, 21-18 dan maju ke final.

Mereka berhasil menyusul langkah Angga Pratama/Rian Agung Saputro yang juga memastikan diri berlaga di partai puncak usai menjungkalkan Shin Baek Choel/Kim Dong Eun dua set langsung 21-9, 21-14.

“Konsentrasi kami sempat terganggu, pola permainan juga tidak teratur. Kami bisa memenangkan pertandingan dua gim langsung, karena lawan tidak bisa bermain dengan semestinya dan banyak membuat kesalahan yang tidak perlu,” beber Hendra usai laga dikutip website resmi PBSI, kemarin.


Mengenai laga final yang mempertandingkan All Indonesia final, rekan setim Hendra, Mohammad Ahsan mengaku tidak bisa memprediksi bagaimana permainan nantinya. Sebab, peluangnya berimbang. Meski begitu, dia tidak ingin kehilangan momen untuk mendongkrak peringkat apalagi Kejuaraan Dunia 2013 sudah dekat.

“Mereka bisa menang mudah dari ganda Korea. Kita lihat besok saja di lapangan.”
Di nomor lain, ganda putri Vita Marissa/Variella Aprilsasi juga lolos ke babak final usai mengalahkan Ko A Ra/ Yoo Hae Won dengan pertarungan sengit tiga set langsung 19-21, 21-11, 21-12.

Keberhasilan Vita/Variella menembus babak final merupakan yang pertama, sejak mereka dipasangkan Januari lalu. Melihat pola permainan dua pemain ini terus semakin lama menunjukkan konsistensinya di setiap turnamen, meski sebelumnya dikalahkan lawannya di turnamen Malaysia Open Superseries lalu.

Meski tak muda lagi, namun Vita mengaku masih mampu bersaing dengan lawan-lawan yang merupakan pemain muda. “Kekuatan kami sama. Mereka memang unggul di power, tapi kami bisa menerapkan permainan taktis untuk menutupi kekurangan kami. Kami memperlambat tempo permainan dan menghindari permainan keras khas pemain Korea.”

Di laga final, unggulan kedelapan ini akan menemui lawan tangguh dari Thailand Savitree Amitrapai/Sapsiree Taerattanachai. Unggulan kedua Thailand itu pada pertandingan semifinal mampu mengalahkan Qingchen Chen/Dongping Huang dengan pertarungan sengit 21-17, 26-28, 21-15.

Sementara itu, pasangan ganda campuran, Irfan Fadhilah/Weni Anggraini turut ambil bagian di partai puncak. Di laga semifinal, pasangan ini tampil mengesankan dengan menjungkalkan wakil China China, Liu Yuchen/Huang Dongping, 21-19,13-21, 22-20.

Weni mengatakan, kemenangan ini karena sejak awal pasangan ganda campuran Indonesia tersebut memiliki keyakinan yang besar untuk mengalahkan pasangan China. Bahkan, dia dan Irfan mampu memaksimalkan kelemahan yang dialami Liu/Huang ketika mereka terlihat tegang di set penentuan.

Sedangkan harapan satu-satunya di tunggal putra, Alamsyah Yunus harus kandas di babak semifinal. Pemain yang kini berusia 27 tahun itu dikalahkan Song Xue dengan skor 10-21, 21-18, 15-21 dalam waktu 84 menit.

“Saya bisa menang di gim kedua karena mainnya lepas. Selanjutnya saya terlalu hati-hati karena menghindari serangan lawan yang sangat tajam.” [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya