Berita

Nusantara

Meski Tak Nyambung, Sikap Ahok Soal Bank Dunia Diapresiasi

KAMIS, 04 APRIL 2013 | 20:03 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sikap Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama terhadap Bank Dunia terkait proyek pengerukan 13 sungai atau yang lebih dikenal dengan Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) diapresiasi kalangan civil society yang konsen dengan isu-isu ibukota.

Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) menilai sikap Ahok, panggilan akrab Basuki Purnama, terhadap Bank Dunia itu sudah benar.

"Sikap Ahok sudah benar, kami mendukung itu," ujar Ketua Katar, Sugiyanto, kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis (4/4).


Ahok mengatakan Bank Dunia memerintahkan Pemprov DKI harus membayar ganti rugi berupa uang kepada warga di bantaran sungai selama pengerukan. Dia tidak sepakat dengan cara Bank Dunia itu. Ia hanya bersedia untuk menyediakan rumah susun yang layak bagi warga bantaran sungai.

"Itu baru namanya Pancasilais. Kalo misalnya kita usir warga miskin, dan kita bangun rusun untuk warga yang kaya saja, berarti namanya kapitalis," ujar pria yang akrab disapa Ahok itu.

Apabila persyaratan itu tidak dapat dipenuhi Bank Dunia, kata Ahok, maka direncanakan untuk memasukkan JEDI dalam APBD Perubahan DKI 2013. Selain itu, proyek JEDI juga direncanakan menggunakan APBN.

Sugiyanto mengatakan sekalipun tidak tepat karena tidak ada relevansinya mengaitkan Bank Dunia dengan komunis, namun pernyataan Ahok mengenai hal itu patut diapresiasi. Hal mendasar dari pernyataan Ahok adalah ingin menyelesaikan masalah pada pokok permasalahannya, yang berarti dia konsisten dan berani dengan pandangannya dalam upaya memperbaiki Jakarta.

Menurut dia, warga yang tinggal di bantaran kali karena mereka tidak punya rumah. Oleh karenanya mereka harus diberi tempat tinggal.

"Itu solusi tepat dan benar. Membangun rumah untuk masyarakat di pinggiran kali memang hal yang penting, karena memang itu juga jadi program Pemprov DKI sekarang ini," demikian Sgy, panggilan Sugiyanto. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya