Berita

Politik

Sikap Ksatria Penyerang Lapas Cebongan Patut Dicontoh

KAMIS, 04 APRIL 2013 | 19:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Sikap ksatria 11 anggota Kopassus yang dengan jujur mengakui telah menyerang Lapas Cebongan, Sleman, Yogyayakarta, kepada Tim Investigasi bentukan TNI AD patut dihargai sekaligus diapresiasi.

"Saya kira sikap ksatria ini patut dicontoh oleh institusi lain. Secara gentle mereka mengakui perbuatannya dan akan taat terhadap proses hukum," ujar anggota Komisi III DPR, Syarifudin Suding, kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu, Kamis (4/4).

Suding yang sedang berada dalam perjalanan balik dari Lapas Cebongan mengatakan, melihat fakta rekonstruksi penyerangan saat mengunjungi lapas bersama anggota Komisi III DPR lainnya siang tadi, mulai dari kedatangan pelaku pada malam dini hari hingga hilangnya sejumlah alat-alat bukti, disimpulkan bahwa aksi penyerangan dilakukan oleh orang-orang profesional dengan terget sasaran tepat.


Suding bangga karena keterangan pers Ketua Tim Investigasi Unggul K Yudhoyono beberapa saat tadi sama sekali tidak menyebut intitusi Polri. Itu menunjukkan TNI berniat berkeinginan kuat meredam potensi konflik yang ada.

"Itu bagus, salah satu korban adalah anggota Polri tapi itu tidak dimunculkan," katanya.

Politisi Partai Hanura itu setuju kasus ini diselesaikan mahkamah militer.

"Karena ini pelakunya dari pihak TNI, maka kewenangan itu ada di mahkamah militer sudah benar," demikian Suding. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya