Berita

RENUNGAN MALAM

Samad Pun Harusnya Malu dan Mengundurkan Diri…

KAMIS, 04 APRIL 2013 | 00:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Abraham Samad sepatutnya merasa malu diikuti mengundurkan diri dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena terbukti membocorkan surat perintah penyidikan (sprindik) Anas Urbaningrum sebagai tersangka gratifikasi dalam kasus Hambalang.

Menurut Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan, masalah kebocoran sprindik ini harus ditindaklanjuti dengan menyelidiki adanya pembocoran data-data lain. Juga apakah ada pembocoran hasil-hasil rekaman, Karena rekaman penyadapan bernilai tinggi. Atau apakah ada penjualan data-data sadapan ke media massa atau negara asing?

"Pembocoran sprindik karena benci koruptor. Begitu kata W, sekretaris Abraham Samad. Sudah berapa koruptor yang dia benci? Sudah berapa sprindik yang dibocorkan? Atau data lainnya?" ujar Syahganda, Kamis dinihari (4/4).


Kalau melihat kebocoran informasi ini dan adanya informasi tahap penyidikan yang sudah muncul di media massa sebelum diumumkan resmi, sambungnya, besar kemungkinan data-data rahasia KPK tidak aman.

"DPR dan pemerintah harus membentuk tim investigasi keamanan data KPK Kalau data2 KPK jatuh ke pihak asing, maka data elit2 kita bisa dikuasai mereka," sambungnya.

Dia juga menggarisbawahi bahwa tim etik kasus sprindik telah membuka kotak pandora: yang intinya adalah keamanan data-data KPK diragukan.

"(Seharusnya) Samad pun malu dan mengundurkan diri," demikian Syahganda. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya