Berita

ilustrasi

Golkar: JK Yang Lebih Tepat Atasi Polemik Bendera dan Lambang Aceh

RABU, 03 APRIL 2013 | 11:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pemerintah Pusat diminta untuk mengkaji ulang soal penggunaan bendera dan lambang Provinisi Aceh yang menyerupai bendera dan lambang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang termaktub dalam Qanun, apakah sesuai dengan UU yang berlaku.

"Akan timbul problem bila bendera GAM jadi bendera daerah. Artinya kan sebuah perlawanan terhadap negara dan itu harus dikaji kembali," ujar Ketua Komisi II DPR RI Agun Gunanjar Sudarsa, (Rabu, 3/4).

Artinya dengan menggunakan bendera GAM, apakah masih ada niat untuk memisahkan diri dari NKRI?


"Saya tidak ingin terjebak dalam polemik itu. Karena argumen yang mereka pakai bukan argumen untuk memerdekakan diri. Tapi dampak sosial yang akan terjadi, mendapatkan resistensi yang tinggi dari negara bagi segenap warga bangsa di luar provinsi Aceh yang merasa kedaulatan Merah Putih itu menjadi terkalahkan dengan adanya lambang GAM itu," jawabnya.

Menurut politikus Golkar ini, untuk mencapai solusi atas hal tersebut, kembali ke persetujuan damai antara RI dan GAM yang dihasikan Jusuf Kalla dahulu. "Yang lebih tepat menyelesaikan ini adalah JK dan Hamid Awaluddin (mantan Menteri Hukum dan HAM)," tambahnya. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya