Berita

Suharso Monoarfa

Wawancara

Suharso Monoarfa: Dongkrak Suara, Sesama Kader Jangan Lakukan Black Campaign

RABU, 03 APRIL 2013 | 08:46 WIB

Selain artis, peran tokoh olahragawan dan intelektual muda menjadi bidikan partai politik untuk mendongkrak suara di Pemilu 2014.

“PPP telah membidik bintang sepak bola, Bambang Pamungkas dan intelektual muda yang juga bekas presenter Metro TV, San­dri­na Malakiano, “kata Ketua Bap­pilu (Badan Pemenangan Pemilu) PPP Suharso Monoarfa, di Jakarta, kemarin.

Lantas, seperti apa persiapan pe­rekrutan caleg-caleg tersebut.  Berikut petikan wawancara Rak­­yat Merdeka dengan.


Apa alasan Anda merekrut caleg dari kalangan olahra­ga­wan?

Sebagai partai dakwah, PPP tidak pernah membatasi sese­orang atau golongan masuk par­tai­nya. Keberadaan olahragawan, in­telektual dan artis ini sama saja dan itu akan memberikan nuansa baru bagi partai ke depan.
               
Berapa besar perolehan sua­ra dari atlet olahraga, inte­lek­tual dan artis untuk bisa me­ndong­krak kursi PPP di Pemilu 2014 ?

Diperkirakan, setidaknya bisa meraih 72 kursi di seluruh daerah pemilihan (dapil).
               
Bagaimana proses penya­ring­an caleg agar target itu bisa dicapai?


Kami akan menempatkan para caleg yang memiliki potensi elek­tabilitasnya tinggi, baik di tingkat lokal maupun nasional. Pasalnya, bukan hanya tingkat popularitas yang dikejar, tetapi tingkat ke­ter­pilihannya. Sang kandidat mesti me­ngenal secara utuh asal dapil­nya. Alhasil, aspirasi di daerah­nya bisa diperjuangkan maksi­mal.
               
Selanjutnya, Apakah para ca­leg diwajibkan untuk me­neken fakta integritas?

Caleg akan mengikuti pela­tih­an atau diklat tentang pe­ma­ham­an empat pilar kebangsaan, Pe­milu, partai dan strategi peme­nangan Pemilu. Dengan demi­kian, jati diri caleg menjadi baik.
               
Apa saja isi fakta integritas itu?

Isi fakta integritas itu, di anta­ra­nya para caleg tidak boleh me­lakukan aksi atau tindakan black campaign antar sesama kader da­lam satu dapil, melainkan harus bekerjasama memenang­kan suara partai, tidak boleh tersandung ma­salah hukum, harus menja­lankan empat pilar kebangsaan untuk mem­bangun bangsa dan negara.
               
Maksudnya ?

Ada empat pendekatan untuk menjaga empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai harga mati. Untuk mewujudkan pilar ini, harus dilakukan pendekatan kultural, edukatif, hukum, dan struk­tural. Saat ini, pemahaman generasi muda terhadap pilar ke­bangsaan masih rendah.

Apa sanksinya jika melang­gar aturan tersebut?


Bagi yang terbukti melakukan pelanggaran fakta integritas, ca­leg tersebut harus mundur. Bah­kan, partai akan memberikan disinsentif dan insentif bagi caleg yang bisa memberikan suara ter­besar bagi partai. Di sini, para ca­leg harus berlomba-lomba mem­berikan kontribusi besar terhadap partai di setiap dapilnya.
               
Dapil mana yang diper­ki­rakan menjadi kantong ter­besar?

Kami berharap PPP bisa bang­kit di Jawa Timur. Sebelumnya, PPP hanya meraih empat kursi, mu­dah-mudahan tahun ini bisa mendapat 10 kursi. Menyusul Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTB, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, NTT dan Bali.

Apakah 72 kursi angka yang rasional?

Setidaknya, sistem perekrutan dan pelatihan yang baik bisa men­­capai target dan angkanya ti­dak terlalu jauh dari kera­sio­nalan. Sebelumnya, kita pernah men­capai 58-59 kursi, jadi tidak ter­lalu jauh dari kerasionalan.
               
Soal partai pengekor, apa komentar Anda?

Itu tidak benar. PPP hadir  bu­kan untuk mengekor atau me­nam­­bah masalah di atas masalah, tapi sebagai partai solusi. Selama gagasan atau ide itu bisa menjadi solusi perbaikan bangsa dan ne­gara, kami tetap dukung.
               
Siapa figur capres yang akan dimajukan PPP di 2014?

Kami belum menetapkan figur ter­sebut, tapi partai telah me­nyiap­kan sejumlah kader poten­sial untuk dimajukan dalam ca­pres nanti. Semua masih kita go­dok, supaya hasilnya lebih mak­simal dan sejalan dengan nafas Pancasila dan UUD 1945. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya